IFBEX 2026 Hadir di Bandung, Targetkan Investasi Puluhan Miliar Rupiah

- IFBEX 2026 hadir di Bandung pada 6-8 Februari 2026, menargetkan puluhan miliar investasi dan akan diresmikan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso.
- Ada 70 produk franchise yang akan ditampilkan berdasarkan hasil kurasi. IFBEX 2026 ditujukan untuk membangun ekosistem bisnis waralaba, kemitraan, dan peluang usaha yang terintegrasi di Indonesia.
- Kegiatan seperti IFBEX memiliki arti penting dalam mencetak wirausaha baru. Data Kementerian Perdagangan RI menunjukkan bahwa persebaran bisnis waralaba masih terpusat di Pulau Jawa.
Bandung, IDN Times - Gelaran International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2026 kini hadir di Kota Bandung. Kegiatan ini akan digelar pada 6-8 Februari 2026 di Graha Manggala Siliwangi Bandung, dan akan diresmikan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso.
Pameran yang digagas oleh PT Myevent Promosindo Asia bersama Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI), DK Consulting Group, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Barat, dan Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi (APTIKNAS) ini menargetkan investasi hingga puluhan miliar Rupiah.
Ketua Umum HIKPI dan CEO DK Consulting Djoko Kurniawan mengatakan, berdasarkan gelaran sebelumnya di kota lain investasi yang masuk dalam gelaran ini bisa mencapai puluhan miliar. Sehingga, di Kota Bandung saat ini bisa menyamai kota lainnya.
"Berdasarkan data kegiatan kita sebelumnya di Surabaya, sekitar Rp80 miliar, di Bandung pun targetnya realisasi target investasi sekitar segitu," kata Djoko, Kamis (15/1/2026).
1. Pelaku bisnis harus punya tempat yang pas memamerkan produknya

Dalam gelaran ini akan ada 70 produk franchise yang akan ditampilkan berdasarkan hasil kurasi. Djoko menjelaskan, IFBEX 2026 ditujukan untuk membangun ekosistem bisnis waralaba, kemitraan, dan peluang usaha yang terintegrasi di Indonesia.
"Kami ingin agar pelaku bisnis memiliki pameran yang tepat untuk memasarkan produk, sekaligus bisa mendapatkan edukasi bisnis hingga mengikuti mentoring dan kurasi produk," ucapnya.
Menurut Djoko, warga Jawa Barat harus hadir dalam pameran franchise ini karena banyak pilihan investasi dan juga banyak acara di panggung utama, seperti final Kompetisi proposal bisnis mahasiswa, talkshow edukasi bisnis, talkshow brand terkenal, dan entertainment yang menarik.
2. Jangan asal membeli franchise, tapi harus cermat dan teliti

Djoko mengingatkan agar masyarakat tidak salah dalam membeli usaha waralaba dan kemitraan. Masyarakat harus cermat dalam memilih dan jangan hanya tergiur oleh iming-iming yang terlalu berlebihan. Teliti legalitas, kekuatan brand, kelengkapan standard operating prodecures (SOP), lokasi kantor pusat, perjanjian kerja sama (hak dan kewajiban).
"Selain itu, rekam jejak pemilik usaha, dan kunjungi salah satu outlet perlu dilakukan untuk memastikan bahwa analisa bisnis yang dijanjikan sama dengan kenyataan di lapangan," ujarnya.
Menurutnya, saat ini, banyak brand waralaba dan kemitraan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia dan potensi lokal masih belum digali secara optimal. Djoko mencontohkan banyak produk lokal Jawa Barat yang berpotensi menjadi brand nasional bahkan internasional jika dikelola dengan manajemen yang baik, seperti batagor, seblak, mie kocok, hingga karedok.
"IFBEX, HIKPI, dan DK Consulting selalu mendukung produk lokal yang ingin menjadi brand besar. Saya yakin brand lokal bisa mendunia jika ada kolaborasi semua pihak," kata dia.
3. Indonesia harus banyak mencetak wirausaha baru

Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perindustrian, Perdagangan, UMKM dan Koperasi Kadin Jawa Barat, Ian Syarif, menilai kegiatan seperti IFBEX memiliki arti penting dalam mencetak wirausaha baru.
"Indonesia harus mencetak lebih banyak lagi wirausaha untuk bisa menjadi negara maju," ujarnya.
Data Kementerian Perdagangan RI menunjukkan bahwa penyebaran bisnis waralaba masih terpusat di Pulau Jawa, khususnya Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten.
Sementara bidang usaha yang paling banyak diwaralabakan adalah makanan dan minuman sebesar 47,92 persen, diikuti ritel, pendidikan nonformal, kecantikan, laundry, dan sektor lainnya. Pada 2024, omzet bisnis waralaba di Indonesia mencapai Rp143,25 triliun dan menyerap hampir 98 ribu tenaga kerja.
IFBEX 2026 menargetkan lebih dari 10 ribu pengunjung dan investor selama tiga hari penyelenggaraan. Tiket masuk dijual dengan harga terjangkau, yaitu Rp20.000 per orang.
















