Manajer Persib Bersikukuh Ingin Pengancam Thom Haye Ditangkap

- Ancaman sekecil apapun tidak dibenarkanMenurutnya, ancaman dalam konteks apa pun, termasuk olahraga, tidak bisa dibenarkan. Sebab, hal itu bisa mengganggu seseorang termasuk pesepakbola dalam menjalankan pekerjaannya secara profesional di sebuah klub.
- Umuh khawatir ancaman rusak citra sepak bola dan bangsaLebih jauh, Umuh berharap situasi yang mulai membaik antara Persib dan The Jakmania tidak kembali memanas akibat provokasi berulang.
- Polisi belum terima laporan resmiPolda Jawa Barat belum menerima laporan pengaduan terkait ancaman pembunuhan yang diterima oleh gelandang Persib Bandung Thom Haye usai l
Bandung, IDN Times – Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menanggapi serius kasus ancaman yang menimpa keluarga pemain naturalisasi, Thom Haye. Meski belakangan muncul klarifikasi bahwa ancaman tersebut berasal dari akun yang diretas, Umuh menilai peristiwa ini tetap tidak bisa dianggap sepele dan harus menjadi perhatian bersama demi menjaga iklim sepak bola nasional.
Dia mengungkapkan, secara prinsip kasus ancaman tetap perlu ditindaklanjuti agar tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari. Ia menilai tindakan tegas penting untuk memberi efek jera kepada pihak-pihak yang kerap menyebarkan informasi berlebihan dan tidak benar.
“Ya sebetulnya harus dilaporkan, tetap. Tapi sekarang sudah ada pengumuman bahwa itu di-hack. Jadi saya pun juga berpikir apa dilaporkan atau tidak. Tapi ini supaya untuk jadi efek jera kepada semua orang yang berbuat yang selalu membesar-besarkan berita dan tidak benar. Nah itu juga akan membohongi publik,” ujar Umuh, Rabu (14/1/2026).
1. Ancaman sekecil apapun tidak dibenarkan

Menurutnya, ancaman dalam konteks apa pun, termasuk olahraga, tidak bisa dibenarkan. Sebab, hal itu bisa mengganggu seseorang termasuk pesepakbola dalam menjalankan pekerjaannya secara profesional di sebuah klub.
“Sebetulnya harus diberikan tindakan. Jadi harus pun juga dicari, harus dicari sampai dapat. Nah di sini, kalau dalam olahraga, apapun, saya yang tidak suka sampai ada korban, apalagi sampai melayang nyawa gitu kan. Sebetulnya tidak pantas ya,” katanya.
Umuh menekankan bahwa rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya terjadi selama pertandingan berlangsung. Ia mencontohkan hubungan yang tetap profesional antarmanajemen klub, meski di lapangan terjadi tensi tinggi.
“Kalaupun ada masalah, itu kan cuma di lapangan. Saya saja boleh lihat semua ya. Pertama bersalaman biasa dengan manajer Jakarta. Setelah itu pun juga kami salaman lagi ya. Itu kalau sudah di lapangan, apapun ya,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perubahan sikap suporter Persib yang dinilainya semakin dewasa.
“Tidak usah harus kami jadi sakit hati, jadi boomerang ya. Seperti anak-anak Persib juga main begitu lah. Walaupun dalam keadaan tegang, saya tetap memberikan semangat kepada mereka. Nah di sini para Bobotoh pun juga begitu baik, menurut saya begitu tertib. Sudah berubah dengan tahun-tahun yang lalu. Apalagi yang harus dipermasalahkan?" kata dia.
2. Umuh khawatir ancaman rusak citra sepak bola dan bangsa

Lebih jauh, Umuh berharap situasi yang mulai membaik antara Persib dan The Jakmania tidak kembali memanas akibat provokasi berulang.
“Justru mudah-mudahan walaupun begitu tegang, The Jakmania dengan Persib mungkin nanti kapan pun juga ada jalan untuk perbaikan. Nah ini sudah mulai membaik. Tapi kalau terus dipanas-panasi, dibuka terus, nah ini yang berbahaya. Saya tidak suka sepak bola sampai ada korban,” ujarnya.
Terkait Thom Haye, Umuh memastikan manajemen akan memberi perlindungan penuh kepada pemainnya. Di sisi lain, ia menilai ancaman semacam ini bisa mencoreng nama Indonesia di mata dunia.
“Jangan sampai mereka juga punya pemikiran, kok kenapa di Indonesia begini? Di tempat lain tidak pernah negara manapun juga ada ancaman-ancaman begitu. Nah ini jadi membawa rusak bangsa juga ya," tutur Umuh.
3. Polisi belum terima laporan resmi

Polda Jawa Barat belum menerima laporan pengaduan terkait ancaman pembunuhan yang diterima oleh gelandang Persib Bandung Thom Haye usai laga klasik kontra Persija di Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (11/1/2025). Mereka mempersilakan untuk melaporkan kejadian itu untuk ditindaklanjuti.
"Kami mengecek di sentra pelayanan kami SPKT Polda dan Polrestabes Bandung belum ada informasi untuk melaporkan dan ancaman tersebut," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan, Selasa (13/1/2026).
Hendra menuturkan, Polda Jabar mengimbau apabila memenuhi unsur maka dipersilakan untuk melapor. Hendra mengaku memantau terkait ancaman yang diterima oleh Thom Haye di media sosial.


















