Cuaca Ekstrem dan Longsor Terjang Lima Wilayah di Kabupaten Sukabumi

- Cuaca ekstrem merusak rumah warga di Cikakak dan Gegerbitung
- Longsor terjadi di tiga kecamatan hingga rusak TPT
- BPBD imbau warga tetap waspada dan siaga mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi
Kabupaten Sukabumi, IDN Times – Sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi dilanda bencana alam dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Hingga Rabu (14/1/2026) malam Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya lima kejadian yang tersebar di beberapa kecamatan, mulai dari cuaca ekstrem hingga tanah longsor.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah rumah warga dan fasilitas umum dilaporkan terdampak akibat peristiwa tersebut.
1. Cuaca ekstrem rusak rumah warga di Cikakak

Kejadian pertama terjadi di Kecamatan Cikakak, tepatnya di Desa Ridogalih, Kampung Cihaur RT 01/02 sekitar pukul 03.00 WIB. Cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan pada satu rumah warga yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa.
Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
“Petugas P2BK langsung berkoordinasi dengan perangkat desa, kecamatan, hingga unsur TNI-Polri untuk melakukan assesment dan memberikan imbauan kewaspadaan kepada warga,” ujar Daeng kepada IDN Times.
Cuaca ekstrem juga melanda Kecamatan Gegerbitung. Di Desa Sukamanah, Kampung Ciayunan RT 006 RW 003, hujan deras disertai angin menyebabkan gangguan pada satu ruas jalan desa sekitar pukul 04.15 WIB.
“Petugas bersama Forkopimcam melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan memastikan kondisi aman dilalui, sembari mengingatkan warga agar tetap waspada,” kata Daeng.
2. Longsor terjadi di tiga kecamatan hingga rusak TPT

Masih di waktu yang hampir bersamaan, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, tepatnya di Kampung Pasirgoong RT 05/04. Longsor tersebut berdampak pada satu keluarga dengan tiga jiwa, serta merusak satu titik tembok penahan tanah (TPT).
Sementara itu, longsor lainnya terjadi di Kecamatan Lengkong, Desa Neglasari, Kampung Cikadu RT 13/03 sekitar pukul 06.30 WIB. Satu rumah warga terdampak dengan dua jiwa, meski tidak sampai mengungsi.
Tak berhenti di pagi hari, tanah longsor kembali dilaporkan pada sore hari di Kecamatan Cibadak, Desa Sukasirna. Dua titik TPT dilaporkan terdampak di Kampung Tugu dan Kampung Babakan Banten sekitar pukul 15.30 WIB.
BPBD menyalurkan bantuan darurat berupa terpal dan karung untuk penanganan sementara di lokasi.
3. BPBD imbau warga tetap waspada

Daeng menegaskan, meski tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor dan angin kencang, untuk selalu siaga dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Sukabumi memastikan pemantauan terus dilakukan di seluruh wilayah rawan bencana guna meminimalkan risiko lanjutan


















