Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Transparansi Aset Jadi Fondasi Kepercayaan di Bursa Kripto

ilustrasi investasi kripto (pexels.com/ Alesia Kozik)
ilustrasi investasi kripto (pexels.com/ Alesia Kozik)
Intinya sih...
  • PoR ke-39 menegaskan pendekatan transparansi berbasis sistem
  • Cadangan 100 persen di aset utama jadi indikator ketahanan platform
  • Teknologi zk-STARK dorong verifikasi mandiri tanpa mengorbankan privasi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times — Isu transparansi dan keamanan aset masih menjadi perhatian utama di industri kripto global. Di tengah dinamika pasar yang terus berkembang, publik semakin menaruh perhatian pada bagaimana bursa kripto mengelola dan melindungi dana pengguna.

Seiring meningkatnya tingkat literasi dan kedewasaan investor, tuntutan terhadap keterbukaan data dan sistem yang dapat diuji secara independen pun semakin menguat. Transparansi tak lagi dipahami sebagai janji, melainkan sebagai mekanisme yang dapat diverifikasi.

Dalam konteks ini, laporan Proof of Reserves (PoR) menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun kepercayaan. Melalui laporan tersebut, pengguna dapat melihat secara langsung apakah aset mereka benar-benar didukung oleh cadangan yang memadai.

OKX, sebagai salah satu bursa kripto global, kembali merilis laporan Proof of Reserves (PoR) ke-39 yang diverifikasi secara independen dan dipublikasikan untuk publik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kepercayaan pengguna dan pemangku kepentingan. 

1. PoR ke-39 tegaskan pendekatan transparansi berbasis sistem

ilustrasi kripto (pexels.com/Alesia Kozik)
ilustrasi kripto (pexels.com/Alesia Kozik)

Dalam laporan PoR ke-39, OKX mencatat lebih dari 30,6 miliar dolar AS aset utama yang seluruhnya didukung melalui rasio 1:1. Artinya, setiap aset pengguna tercatat memiliki cadangan yang setara atau lebih besar dari kewajiban platform.

Pendekatan ini menegaskan bahwa transparansi dijalankan sebagai sistem yang dapat diuji, bukan sekadar narasi. Seluruh laporan PoR tersebut diverifikasi secara independen oleh Hackenclub dan dipublikasikan secara terbuka agar dapat diakses oleh publik.

“Kami membangun kepercayaan melalui cara yang paling sulit—melalui stabilitas, transparansi, dan disiplin. Proof of Reserves bukan sekadar laporan bulanan, tetapi bukti bahwa sistem yang kami bangun dapat diuji secara independen dan hasilnya dapat diakses publik,” ujar Ferry, Growth Manager OKX Wallet, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Rabu (4/2/2026).

2. Cadangan 100 persen di aset utama jadi indikator ketahanan platform

ilustrasi kripto (pexels.com/DS stories)
ilustrasi kripto (pexels.com/DS stories)

Snapshot PoR ke-39 menunjukkan rasio cadangan di atas 100 persen untuk empat aset utama, yakni Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT), dan USD Coin (USDC). Rasio tersebut mencerminkan kebijakan cadangan yang dirancang untuk menjaga ketahanan platform.

Konsistensi publikasi PoR bulanan ini juga memperlihatkan disiplin operasional dalam pengelolaan aset pengguna. “Dengan PoR ke-39, kami kembali menegaskan komitmen OKX untuk menjaga cadangan 100 persen plus secara konsisten, setiap bulan,” kata Ferry.

3. Teknologi zk-STARK dorong verifikasi mandiri tanpa mengorbankan privasi

Ilustrasi pencurian data. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi pencurian data. (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain rasio cadangan, laporan PoR ke-39 juga tetap mengandalkan teknologi zk-STARK (Zero-Knowledge Proof). Teknologi ini memungkinkan pengguna memverifikasi bahwa aset mereka tercakup sepenuhnya tanpa harus membuka data sensitif atau informasi pribadi.

Melalui pendekatan ini, transparansi dan perlindungan data berjalan beriringan. Pengguna dapat melakukan verifikasi secara mandiri, sementara keamanan dan privasi tetap terjaga sesuai standar industri.

Proof of Reserves menjadi bukti bahwa transparansi dan keamanan dapat berjalan bersamaan, tanpa kompromi terhadap privasi pengguna,” kata Ferry, menegaskan posisi OKX dalam mendorong standar industri yang lebih matang.

Sejalan dengan perkembangan industri aset digital menuju era yang lebih mapan, OKX memandang transparansi sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan. Konsistensi PoR, termasuk kelanjutan dari laporan sebelumnya, menjadi bagian dari kesiapan industri memasuki fase yang semakin menuntut integrasi antara teknologi, likuiditas, dan kepercayaan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

APRICOT 2026 Jadi Sinyal Serius Indonesia Incar Investasi Internet Global

06 Feb 2026, 17:57 WIBNews