Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wisata Nusantara Jabar Menguat, Ciayumajakuning Tumbuh Lebih Agresif

ilustrasi turis yang memandang padang hijau. (Freepik/freepik)
ilustrasi turis yang memandang padang hijau. (Freepik/freepik)
Intinya sih...
  • Total perjalanan wisnus ke wilayah Ciayumajakuning sekitar 15,5 juta perjalanan.
  • Kabupaten Cirebon menjadi penyumbang terbesar dengan 4,77 juta perjalanan.
  • Pertumbuhan tahunan Kabupaten Majalengka mencapai 39,71%.
  • Dibanding Bandung Raya dan Bogor Raya
  • Total perjalanan wisnus ke Bandung Raya sepanjang 2025 mencapai lebih dari 55 juta perjalanan
  • Bogor Raya mencatat sekitar 40 juta perjalanan sepanjang
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Jawa Barat menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat total perjalanan wisnus mencapai 211,76 juta perjalanan pada Januari–Desember 2025, tumbuh 26,50% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Desember 2025 saja, jumlah perjalanan wisnus tercatat 18,53 juta perjalanan, naik 4,89% secara bulanan dan 6,82% secara tahunan.

Di tengah penguatan tersebut, kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) mencatat pertumbuhan yang relatif lebih agresif dibanding sejumlah wilayah lain, meski dari sisi volume masih tertinggal dibanding Bandung Raya dan Bogor Raya.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, kinerja pariwisata domestik pada 2025 menunjukkan pemulihan yang semakin solid, dengan indikasi pemerataan tujuan wisata. “Pertumbuhan perjalanan wisnus tidak hanya terjadi di wilayah yang sudah mapan, tetapi mulai menyebar ke kawasan dengan basis destinasi baru,” ujarnya, Jumat (6/1/2026).

1. Kinerja Ciayumajakuning: Tumbuh, tapi belum dominan

ilustrasi turis yang berkunjung ke Bhutan (freepik.com/tawatchai07)
ilustrasi turis yang berkunjung ke Bhutan (freepik.com/tawatchai07)

Sepanjang Januari–Desember 2025, total perjalanan wisnus ke wilayah Ciayumajakuning tercatat sekitar 15,5 juta perjalanan. Kabupaten Cirebon menjadi penyumbang terbesar dengan 4,77 juta perjalanan, tumbuh 33,41% secara tahunan.

Kabupaten Majalengka mencatat 3,43 juta perjalanan dengan pertumbuhan 39,71%, disusul Kabupaten Kuningan 3,59 juta perjalanan atau tumbuh 36,55%.

Sementara itu, Kabupaten Indramayu mencatat 3,02 juta perjalanan, dengan pertumbuhan tahunan 29,92%. Meski volumenya relatif kecil dibanding kawasan utama pariwisata Jawa Barat, laju pertumbuhan ini menempatkan Ciayumajakuning sebagai salah satu kawasan dengan akselerasi tercepat.

Menurut Margaretha, pola ini menunjukkan Ciayumajakuning berada pada fase ekspansi awal. “Pertumbuhannya cukup tinggi karena basisnya masih berkembang. Ini memberi sinyal peluang ekonomi, sekaligus tantangan dari sisi kesiapan infrastruktur dan layanan,” katanya.

2. Dibanding Bandung Raya dan Bogor Raya

Ilustrasi turis (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi turis (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Jika dibandingkan dengan Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Cimahi), kesenjangan skala terlihat jelas. Total perjalanan wisnus ke Bandung Raya sepanjang 2025 mencapai lebih dari 55 juta perjalanan, dengan Kota Bandung menyerap 24,26 juta perjalanan sendiri.

Bandung Raya unggul dari sisi stabilitas dan konsistensi kunjungan, didukung aksesibilitas, fasilitas, dan citra destinasi yang telah matang. Namun, laju pertumbuhannya relatif lebih moderat dibanding Ciayumajakuning.

Sementara itu, Bogor Raya (Kabupaten dan Kota Bogor) mencatat sekitar 40 juta perjalanan sepanjang 2025. Kabupaten Bogor mendominasi dengan 31,85 juta perjalanan, ditopang kedekatan geografis dengan Jabodetabek. Faktor pasar penyangga menjadi keunggulan utama yang sulit disaingi wilayah lain.

3. Priangan Timur dan arah pemerataan wisata

ilustrasi turis di depan kuil (pexels.com/Sabel Blanco)
ilustrasi turis di depan kuil (pexels.com/Sabel Blanco)

Dibanding Priangan Timur (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran) yang mencatat sekitar 23 juta perjalanan, Ciayumajakuning masih lebih kecil dari sisi volume. Namun, pertumbuhan di Ciayumajakuning dinilai lebih merata antarwilayah, tidak bertumpu pada satu destinasi unggulan.

BPS Jawa Barat menilai tren ini sebagai sinyal awal pemerataan pariwisata. “Ke depan, tantangan utamanya adalah menjaga kualitas pertumbuhan, termasuk konektivitas antardaerah dan pengembangan produk wisata,” ujar Margaretha.

Ia menegaskan, penguatan pariwisata domestik berpotensi menjadi penopang ekonomi daerah, terutama bagi kawasan dengan pertumbuhan cepat seperti Ciayumajakuning, selama diikuti kebijakan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

[QUIZ] Dugaan Pelanggaran Lahan: Sejauh Mana Kamu Memahaminya?

06 Feb 2026, 21:00 WIBNews