Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

TPID Bandung Rancang Strategi Tekan Inflasi dan Stabilitas Pangan

TPID Bandung Rancang Strategi Tekan Inflasi dan Stabilitas Pangan
ilustrasi stabilitas sistem keuangan dapat mengendalikan inflasi (Freepik/Freepik)
Share Article

Bandung, IDN Times - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bandung tengah merancang strategi pengendalian inflasi dan menghadapi tantangan dampak fluktuasi ekonomi makro dalam menjaga stabilitas pasokan pangan terutama menjelang menjelang Pilkada Serentak.

Pj Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dharmawan mengatakan, pengendalian inflasi Kota Bandung sampai saat ini sudah bagus. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, inflasi Kota Nandung pada bulan juli 2024 sebesar 1,91 (year on year), dan 0,01 (month to month). Sedangkan untuk year to date angkanya 1,09. Capaian ini masih dalam rentang target provinsi dan nasional yaitu 2,5 plus minus satu.

"Namun masih terdapat faktor-faktor lain yang perlu menjadi perhatian seperti fluktuasi harga pangan, situasi politik jelang pilkada serentak, biaya transportasi dan komoditas lainnya, yang berpengaruh signifikan terhadap inflasi di Kota Bandung," kata Dharmawan, Selasa (20/8/2024).

1. Optimalkan pertanian lokal dalam penuhi kebutuhan pangan

pexels.com/pb29
pexels.com/pb29

Untuk itu, perlu langkah konkret yang harus diambil untuk menstabilkan harga dan memastikan akses ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Ia pun meminta TPID agar mengimplementasikan berbagai kebijakan dan program strategis.

Di antaranya, penguatan sistem pertanian lokal (buruan sae), pengembangan infrastruktur pasar (renovasi pasar modern), jaringan pengaman sosial, kebijakan publik yang komprehensif, serta kemitraan dengan berbagai pihak terutama kerja sama antar daerah agar lebih konkrit sesuai komoditas yang selalu menjadi andil inflasi

Selain itu, TPID juga secara berkala memantau data dan evaluasi harga serta stok komoditas dalam Bandung Comodity Dashboard.

"Lakukan updating secara berkala. Juga koordinasi dan sinergisitas antar OPD perlu terus ditingkatkan dalam merealisasikan program atau kegiatan yang telah direncanakan dalam roadmap pengendalian inflasi," ujarnya.

2. Jangan sampai daya beli masyarakat turun

Ilustrasi jual beli di pasar. (unsplash.com/Falaq Lazuardi)
Ilustrasi jual beli di pasar. (unsplash.com/Falaq Lazuardi)

Dharmawan berharap melalui diskusi dan kolaborasi yang terjalin dapat menemukan strategi-strategi yang efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi makro. Sehingga kebijakan yang diambil bisa membuat stabilitas pasokan pangan di Kota Bandung semaki baik.

"Dengan komitmen bersama, kita dapat menghadapi segala tantangan dan memastikan daya beli masyarakat Kota Bandung tetap terjaga," imbuhnya.

3. Pasar murah terus digelar demi tekan inflasi

Pasar SMEP. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)
Pasar SMEP. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Bandung mengalami kenaikan. Hal ini diprediksi akan berdampak pada angka inflasi. Untuk meredam kenaikan tersebut, Pemkot Bandung bersama pemangku kebijakan lain menggelar gerakan pangan murah.

Kegiatan ini sempat digelar di Kantor Dinas Sejarah TNI-AD, Jalan Belitung. Sebanyak 32 komoditas dari mulai pangan termasuk di dalamya sembako, hingga pakaian, bisa didapatkan pengunjung dengan harga yang relatif murah.

Dharmawan mengatakan, gelaran pangan mudah ini dilakukan sebagai upaya Pemkot Bandung dalam menekan beban inflasi dan juga menghadirkan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

"Salah satu program Pemerintah Kota, GPM merupakan salah satu tujuan kita. Sejalan juga dengan upaya Pemkot Bandung dalam menekan inflasi," ujarnya, Rabu (14/8/2024).

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
Debbie Sutrisno
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More

Cak Imin Sesumbar Bisa Atasi Masalah di Tiubuh BGN Dalam Dua Hari

14 Jun 2026, 18:42 WIBNews