Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sungai Cisunggalah Meluap, Ratusan Warga Majalaya Terdampak Banjir

IMG-20260212-WA0047.jpg
(Istimewa)
Intinya sih...
  • Sungai Cisunggalah meluap akibat hujan intensitas tinggi, menyebabkan banjir di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.
  • 660 orang atau 310 kepala keluarga terdampak banjir, dengan puluhan rumah terendam dan rusak berat.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status siaga darurat bencana untuk 27 kabupaten dan kota, termasuk siaga kebencanaan longsor, banjir, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Peristiwa bencana alam banjir kini dialami Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Kondisi ini disebabkan hujan dengan intensitas tinggi hingga membuat Sungai Cisunggalah meluap dan berdampak langsung ke masyarakat.

Banjir pun membuat puluhan rumah terendam hingga mengalami kerusakan ringan dan berat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Wahyudin mengatakan sebanyak 660 orang atau 310 kepala keluarga terdampak banjir.

Dia memastikan, saat ini petugas gabungan masih melakukan proses membersihkan lumpur sisa banjir. Adapun dalam peristiwa ini tidak ditemukan adanya korban jiwa.

"Tim masih di lapangan membantu proses pembersihan lumpur," ucap Wahyudin, Kamis (12/2/2026).

1. Genangan air dipastikan sudah surut

QUIZ banjir
ilustrasi banjir (unsplash.com/Dibakar Roy)

Adapun wilayah yang terdampak yaitu RT 01, 02 dan 03, RW 01 Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Sebanyak lima rumah rusak berat dan tujuh rumah rusak sedang.

Wahyudin mengatakan total korban yang dievakuasi sebanyak 18 orang terdiri dari lansia, balita, penyandang disabilitas hingga penduduk lainnya. Tim gabungan melakukan pemantauan dan pembersihan sisa banjir.

"Kami pastikan, kondisi saat ini genangan sudah surut," kata dia.

2. Lumpur masih menggenang di jalan

QUIZ banjir
ilustrasi banjir (unsplash.com/Aldward Castillo)

Lebih lanjut, Wahyudin mengatakan, akses jalan utama sudah dapat dilintasi kendaraan, dan listrik di area terdampak sudah menyala. Namun, terdapat tumpukan rongsokan dalam karung terbawa oleh genangan air.

Menurutnya, kebutuhan mendesak yang diperlukan yaitu alat berat becko, truk sampah, makanan siap saji, perlengkapan mandi dan bayi serta lansia.

"Saat ini kondisinya lumpur masih menggenang di jalan," kata dia.

3. Jabar masih siaga kebencanaan hingga April 2026

Banjir Jakarta. ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Ilustrasi Banjir. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status kedaruratan bencana untuk 27 kabupaten dan kota. Para kepala daerah diminta mulai melakukan siaga kebencanaan baik longos, banjir dan potensi lainnya yang berpotensi terjadi akhir tahun ini.

Status siaga ini dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, melalui Kepgub nomor 360/Kep.626-BPBD/2025. Surat ini sudah diedarkan kepada seluruh kabupaten dan kota di Jabar, dan mulai berlaku dari 15 September 2025-30 April 2026.

"Menetapkan, status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, serta tanah longsor di daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2025/2026 yang selanjutnya disebut status siaga darurat," kata Dedi dalam Kepgub tersebut, dikutip Senin (27/10/2025).

Dedi juga meminta agar kepala daerah segera mempersiapkan semuanya termasuk anggaran untuk kebencanaan, jika nantinya terdapat masyarakat yang terdampak bencana dalam beberapa bulan mendatang.

"Pembiayaan yang diperlukan untuk penanganan status siaga darurat bencana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat; dan/atau sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Sungai Cisunggalah Meluap, Ratusan Warga Majalaya Terdampak Banjir

12 Feb 2026, 17:11 WIBNews