Ibu Hendak Melahirkan Ditandu karena Jalan Rusak, Berujung Bayi Tak Selamat

- Jalan rusak menyebabkan ibu baru melahirkan ditandu warga
- Bayi bertahan satu jam setelah lahir sebelum meninggal dunia
- Jalan rusak disebut terjadi lebih dari 20 tahun tanpa perbaikan signifikan
Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Tangis duka menyelimuti sebuah rumah di Desa Tanjungsari, Kabupaten Sukabumi. Harapan pasangan muda atas kelahiran anak pertama sirna, setelah sang bayi meninggal dunia akibat terlambat mendapatkan pertolongan medis.
Pasangan suami istri, Ujang Suryana (33 tahun) dan Fitri Andriayani (26), warga Kampung Lamping RT 02/09, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi terpaksa kehilangan buah hati mereka. Bayi tersebut meninggal dunia diduga akibat akses jalan menuju rumah mereka ataupun sebaliknya, menuju rumah sakit, tak bisa dilalui kendaraan.
1. Jalan licin dan rusak, ibu ditandu warga

Peristiwa bermula ketika Fitri, yang baru saja melahirkan di rumah, merasa kondisi tubuhnya memburuk. Ujang pun berupaya mencari bantuan medis. Namun, kondisi jalan sepanjang kurang lebih 30 kilometer dalam keadaan rusak berat dan tak memungkinkan kendaraan roda empat melintas.
“Karena jalannya tidak bisa dilalui mobil, apalagi habis hujan dan licin, akhirnya istri saya ditandu warga. Jaraknya sekitar tiga kilometer sampai ke jalan yang lebih rata,” ujar Ujang saat ditemui di kediamannya, Kamis (12/2/2026).
Warga bergotong royong membawa Fitri menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan. Namun, waktu yang terbuang di perjalanan menjadi penentu nasib sang bayi.
2. Bayi bertahan satu jam setelah lahir

Ujang menuturkan, anaknya lahir pada Rabu (4/2/2026) lalu sekitar pukul 11.00 WIB dan sempat bertahan hidup selama satu jam. Ia berusaha mencari ambulans maupun kendaraan lain untuk membawa istri dan bayinya ke fasilitas kesehatan.
“Lahir jam 11, meninggal jam 12. Saya sempat cari ambulans atau mobil, tapi karena kondisi jalan, jadi terlambat. Pas sampai, anak saya sudah meninggal. Saya sangat terpukul,” tuturnya.
Ia menduga keterlambatan akses menuju rumah sakit menjadi faktor yang memperparah kondisi bayinya.
3. Jalan rusak disebut terjadi lebih dari 20 tahun

Warga Desa Tanjungsari mengaku kondisi jalan kabupaten tersebut sudah rusak selama puluhan tahun tanpa perbaikan signifikan. Saat musim hujan tiba, jalan berubah menjadi licin dan sulit dilalui, bahkan sepeda motor pun kerap kesulitan.
Dalam situasi darurat, menandu orang sakit disebut menjadi satu-satunya solusi agar bisa mencapai titik transportasi terdekat.
Kehilangan anak dengan cara tragis meninggalkan luka mendalam bagi keluarga Ujang. Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius terhadap akses infrastruktur di wilayah pelosok.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Cukup saya dan keluarga saya saja yang merasakan. Yang lain jangan sampai,” kata Ujang.
















