Dedi Mulyadi Anggarkan Rp112 Miliar untuk 24 Sekolah Baru di Jabar

- Gubernur Jabar Dedi Mulyadi alokasikan Rp112,5 miliar untuk 24 sekolah baru di Jawa Barat.
- Program pembangunan unit sekolah baru (USB) bertujuan menambah daya tampung peserta didik sekitar 5.000 anak Jawa Barat.
- Rincian pembangunan 24 unit sekolah baru meliputi 17 SMA negeri, 4 SMK negeri, dan 3 SLB negeri untuk meningkatkan kualitas bangunan sekolah di Jawa Barat.
Bandung, IDN Times - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi melanjutkan program pembangunan unit sekolah baru (USB) pada 2026. Anggaran yang dialokasikan pun tercatat mencapai Rp112,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto mengatakan, pada tahun anggaran 2026, Pemprov Jabar merencanakan pembangunan 24 unit sekolah baru yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
"Program ini merupakan kelanjutan dari pembangunan infrastruktur pendidikan yang telah dilaksanakan pada 2025, di mana Pemprov Jabar telah membangun 12 unit sekolah dan gedung baru dengan total anggaran sebesar Rp102,5 miliar," katanya dikutip Rabu (11/2/2026).
1. Pembangunan untuk sekolah SMA lebih banyak dibanding SMK dan SLB

Dari 24 unit sekolah baru ini diproyeksikan menambah daya tampung peserta didik bagi sekitar 5.000 anak Jawa Barat, dengan pemanfaatan fasilitas yang direncanakan mulai tahun 2027.
"Melalui pembangunan ini, kami berharap dapat meningkatkan kapasitas layanan pendidikan, memperpendek jarak tempuh peserta didik ke satuan pendidikan, serta mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak," ucap Purwanto.
Adapun rincian pembangunan 24 unit sekolah baru tersebut, meliputi 17 SMA negeri, 4 SMK negeri, dan 3 SLB negeri.
2. Banyak sekolah di Jabar memiliki pembangunan di bawah standar

Sementara itu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan masih banyak sekolah di Jawa Barat yang kualitas bangunannya belum memenuhi standar. Dengan begitu, pembangunan unit sekolah baru dilanjutkan pada tahun ini.
"Salah satu pekerjaan rumah di Jawa Barat adalah banyaknya sekolah menengah kejuruan atau SMA yang kualitas pembangunannya di bawah standar. Sehingga ketika ada angin kencang, hujan deras, akan berakibat pada robohnya sekolah tersebut," kata Dedi, belum lama ini.
3. Sekolah baru diklaim lebih berkualitas

Pemprov Jabar akan segera membangun kembali ruang-ruang kelas dengan konstruksi yang lebih berkualitas dan aman bagi kegiatan belajar. Kata Dedi, langkah ini juga dilakukan agar tidak ada lagi insiden atap ambruk dan lainnya yang berpotensi mencelakakan murid.
"Dalam waktu cepat kami ingin membangun kembali sekolah tersebut dengan ruang kelas yang lebih berkualitas," ucap Dedi.

















