Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
SPMB Kota Bandung Lebih Tenang, Pemkot Buka Banyak Kanal Layanan
SPMB Kota Bandung Lebih Tenang, Pemkot Buka Banyak Kanal Layanan . IDN Times/Istimewa
  • Pemkot Bandung memperkuat pendampingan masyarakat dalam SPMB 2026/2027 dengan memastikan proses seleksi berjalan lancar dan informasi mudah diakses bagi calon peserta didik.
  • Tujuh kanal komunikasi digital disiapkan, termasuk posko terpadu, WhatsApp, media sosial, dan chatbox untuk memudahkan warga memperoleh informasi tanpa harus datang langsung ke Dinas Pendidikan.
  • Selama pelaksanaan SPMB, tercatat lebih dari 1.500 konsultasi publik ditangani lintas dinas dengan dukungan petugas harian guna membantu verifikasi data dan penyelesaian kendala administrasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung memilih memperkuat layanan pendampingan masyarakat selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Di tengah tingginya perhatian publik terhadap proses penerimaan siswa, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada seleksi, tetapi juga memastikan warga memperoleh informasi yang jelas dan solusi saat menemui kendala.

Hingga Kamis (11/6/2026), tercatat sebanyak 17.843 calon peserta didik telah mengikuti SPMB Kota Bandung. Jumlah itu terdiri dari 3.472 peserta jenjang SD dan 14.371 peserta jenjang SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron mengatakan, seluruh tahapan SPMB berjalan sesuai jadwal dengan dukungan berbagai kanal layanan yang disiapkan pemerintah.

“Fokusnya bukan hanya memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan, tetapi masyarakat juga mendapatkan pendampingan yang memadai,” kata Asep melalui siaran pers dikutip, Jumat (12/6/2026).

1. Lebih dari 17 ribu peserta ikut SPMB

SPMB Kota Bandung Lebih Tenang, Pemkot Buka Banyak Kanal Layanan . IDN Times/Istimewa

Pelaksanaan SPMB tahun ini melibatkan 269 SD negeri dan 75 SMP negeri yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung. Untuk mengantisipasi lonjakan pertanyaan dari masyarakat, Pemkot Bandung memperluas titik layanan hingga ke tingkat kewilayahan dengan melibatkan para camat sebagai tempat konsultasi.

Asep menegaskan, fungsi kecamatan bukan untuk menerima pendaftaran, tetapi membantu warga memahami proses dan menghindari kesalahpahaman.

“Pengumpulan camat bukan untuk pendaftaran, tetapi untuk konsultasi terkait proses SPMB agar masyarakat tidak langsung datang ke sekolah atau ke Dinas Pendidikan,” ujarnya.

2. Siapkan tujuh kanal informasi

SPMB Kota Bandung Lebih Tenang, Pemkot Buka Banyak Kanal Layanan . IDN Times/Istimewa

Pemerintah juga memperkuat layanan digital agar masyarakat bisa memperoleh informasi lebih cepat. Sedikitnya tujuh kanal komunikasi disediakan, mulai dari posko terpadu, layanan WhatsApp sekolah dan Dinas Pendidikan, media sosial, chatbox, hingga kanal resmi lainnya.

Pendekatan ini dinilai mulai menunjukkan hasil. Dibandingkan tahun sebelumnya, intensitas konsultasi langsung ke Dinas Pendidikan menurun karena semakin banyak warga yang memanfaatkan layanan daring.

“Sekarang sudah berkurang karena masyarakat banyak yang sudah terlayani secara daring atau online,” kata Asep.

3. Ratusan konsultasi sudah dilayani

Ilustrasi siswa SMP mempersiapkan pendaftaran SPMB SMK 2026 di Jawa Timur. (pexels.com/Apollo Toza)

Selama pelaksanaan SPMB, Pemkot mencatat ratusan permintaan konsultasi dari masyarakat. Sebanyak 518 konsultasi ditangani Dinas Pendidikan, kemudian 124 konsultasi melalui Dinas Sosial, serta 895 layanan administrasi kependudukan melalui Disdukcapil.

Mayoritas persoalan berkaitan dengan verifikasi data dan kebutuhan informasi administrasi. Untuk mempercepat penanganan, sedikitnya 15 petugas disiagakan setiap hari bersama operator sekolah, verifikator, petugas chatbox hingga Unit Layanan Disabilitas (ULD).

Layanan pendampingan yang dibuka pemerintah turut dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya disampaikan Marselina yang membantu proses pendaftaran keponakannya. Awalnya proses unggah data gagal meski data kependudukan sudah sesuai.

Setelah berkonsultasi melalui layanan yang tersedia, petugas menemukan sumber masalah berasal dari kesalahan input pada akun pendaftaran dan berhasil menyelesaikannya.

Pengalaman serupa dirasakan orang tua peserta lain, Cucu Darmawan. Menurut dia, sistem daring membuat proses lebih praktis selama masyarakat memahami alurnya.

“Mudah-mudahan SPMB ke depan makin memudahkan, karena kita kan hanya di rumah, tidak ke sekolah, pengurusannya juga lebih fleksibel, lebih cepat,” ujarnya.

Pemkot Bandung memastikan layanan informasi dan pengaduan akan tetap dibuka selama tahapan SPMB berlangsung agar masyarakat memperoleh kepastian dan pendampingan selama proses penerimaan murid baru.

Editorial Team

Related Article