Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
SPMB Jabar 2026: Siswa Miskin Digratiskan Sekolah di Negeri dan Swasta
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Pemerintah Jawa Barat menjamin siswa dari keluarga miskin kategori desil 1–3 mendapat pembiayaan penuh untuk sekolah negeri maupun swasta pada SPMB tahun ajaran 2026/2027.
  • Bantuan mencakup biaya pendidikan dan kebutuhan pribadi seperti seragam, sepatu, serta perlengkapan sekolah agar tidak ada anak putus sekolah karena alasan ekonomi.
  • Disdik Jabar menyiapkan optimalisasi daya tampung sekolah negeri dan swasta, termasuk Sekolah Maung bagi siswa berprestasi tanpa zonasi, guna menampung seluruh lulusan SMP sederajat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
20 Mei 2026

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyatakan bahwa siswa dari keluarga miskin di Jawa Barat akan digratiskan biaya sekolah negeri dan swasta dalam SPMB tahun ajaran 2026/2027. Ia menegaskan pemerintah menanggung biaya pendidikan serta kebutuhan personal seperti seragam dan sepatu.

25 Mei 2026

Dinas Pendidikan Jawa Barat menjadwalkan seleksi Sekolah Manusia Unggul (Maung) untuk 41 SMA dan SMK negeri. Seleksi ini ditujukan bagi murid berprestasi akademik maupun non-akademik tanpa menggunakan sistem zonasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan akan membebaskan biaya sekolah bagi siswa dari keluarga miskin pada SPMB tahun ajaran 2026/2027, mencakup sekolah negeri dan swasta.
  • Who?
    Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, bersama jajaran Disdik Jabar serta pemerintah provinsi yang menanggung biaya pendidikan bagi siswa kategori desil 1 hingga desil 3 dalam DTSEN.
  • Where?
    Kebijakan ini berlaku di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat, mencakup SMA, SMK, SLB negeri maupun swasta, termasuk daerah dengan akses sekolah negeri terbatas.
  • When?
    Penerapan program dilakukan untuk tahun ajaran 2026/2027 dengan pelaksanaan seleksi dan pendaftaran SPMB dimulai pada Mei 2026.
  • Why?
    Kebijakan ini bertujuan memastikan tidak ada anak di Jawa Barat yang putus sekolah karena alasan ekonomi serta memberikan kesempatan pendidikan setara bagi seluruh warga miskin.
  • How?
    Pemerintah menanggung biaya pendidikan dan kebutuhan personal siswa seperti seragam dan sepatu, mengoptimalkan daya tampung sekolah negeri-swasta, serta menyiapkan sekolah penyangga di wilayah minim akses.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah Jawa Barat mau bantu anak-anak yang keluarganya miskin supaya bisa sekolah gratis. Kalau sekolah di negeri tidak bayar, kalau di swasta juga dibayarin. Anak-anak juga dikasih seragam, sepatu, dan alat sekolah. Pak Purwanto bilang semua anak harus bisa sekolah, nggak boleh berhenti cuma karena nggak punya uang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kebijakan SPMB Jabar 2026 menunjukkan langkah nyata pemerintah provinsi dalam memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh siswa, terutama dari keluarga miskin. Dengan menanggung biaya sekolah negeri maupun swasta serta kebutuhan pribadi siswa, Disdik Jabar tidak hanya menghapus hambatan ekonomi tetapi juga memperkuat semangat inklusivitas dan kesetaraan kesempatan belajar di seluruh wilayah Jawa Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Siswa dari keluarga miskin di seluruh wilayah Jawa Barat dipastikan mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendaftar diri ke SMA, SMK dan SLB pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat pun siap menanggung semua biaya baik sekolah negeri dan swasta.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan dukungan pembiayaan bagi warga miskin yang masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori desil 1 (sangat miskin), desil 2 (miskin), dan desil 3 (hampir miskin).

"Kalau mereka sekolah di swasta, kita biayai. Kalau di negeri, kita gratiskan," ujar Purwanto, dikutip Rabu (20/5/2026).

1. Seragam, sepatu semuanya ditanggung Pemprov Jabar

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Purwanto memastikan, pemberian bantuan tidak hanya mencakup biaya pendidikan saja, tetapi juga kebutuhan personal siswa, seperti seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya.

"Biaya personal seperti sepatu, seragam, dan kebutuhan lainnya juga dibantu pemerintah," katanya.

Langkah ini, kata Purwanto merupakan komitmen dari keinginan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi.

"Tidak boleh ada anak miskin di Provinsi Jawa Barat yang tidak sekolah. Mereka harus tetap sekolah, baik di negeri maupun swasta," kata dia.

2. Daya tampung diklaim mencukupi

Kepala Disdik Jabar, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selain memastikan pembiayaan pendidikan, Disdik Jabar juga akan mengoptimalkan daya tampung sekolah negeri dan swasta agar seluruh lulusan SMP/sederajat dapat melanjutkan pendidikan dalam gelaran SPMB tahun ajaran 2026/2027.

"Kita akan optimalkan daya tampung yang ada baik di negeri maupun swasta," ucapnya.

Untuk wilayah yang belum memiliki akses sekolah negeri memadai, pemerintah tetap menyiapkan sekolah penyangga dengan kapasitas kelas yang disesuaikan kebutuhan.

"Sekolah penyangga ini kelasnya bisa lebih dari 36 sampai 40 siswa karena di wilayah tersebut tidak ada sekolah negeri atau lokasinya jauh," katanya.

3. SPMB Jabar akan dimulai dengan seleksi Sekolah Maung

Kepala Disdik Jabar, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

SPMB Jabar pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Disdik Jabar turut membuka seleksi Selokah Manusia Unggul (Maung) yang akan digelar pada 25 Mei 2026 untuk 41 SMA dan SMK negeri. Seleksi dilakukan bagi murid berprestasi secara akademik dan non-akademik. Jalur ini tidak menggunakan zonasi, melainkan seleksi.

Disdik pun akan terlebih dahulu mulai melakukan pemetaan para lulusan SMP dan MTs untuk mengetahui terlebih dahulu minat dan bakat dari para murid.

Disdik Jabar memastikan daya tampung sekolah tingkat SMA dan SMK di Jawa Barat mencukupi untuk menampung seluruh lulusan SMP sederajat tahun ini.

Adapun jumlah lulusan SMP dan MTs mencapai 826.996 siswa. Sementara total daya tampung SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah baik negeri maupun swasta mencapai 909.183 kursi.

Total daya tampung sekolah negeri di Jawa Barat mencapai 363.067 siswa. Jumlah itu terdiri dari 195.344 kursi SMA Negeri, 124.217 kursi SMK Negeri, 21.000 kursi Sekolah Maung, dan 21.888 kursi Madrasah Aliyah Negeri. Sementara sekolah swasta justru memiliki kapasitas yang lebih besar dengan total 546.116 kursi.

Editorial Team