Sering Banjir Rob, Warga Pesisir Karawang Membutuhkan Turap

Karawang, IDN Times - Banjir rob yang kerap terjadi di pesisir Pantai Utara Kabupaten Karawang membuat warga resah. Mereka berharap pemerintah daerah hingga pusat membantu mengurangi permasalahan mereka dalam mengantisipasi dampak bencana alam.
“Kami berharap selaku Pemerintah Desa Sedari memohon agar dibuatkan turap pantai atau sabuk pantai agar desa kami aman dari abrasi dan kegiatan putra putri di saat bersekolah tidak terganggu,” kata Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Desa Sedari Herlan Kusnandar, Senin (26/1/2022).
Banjir air laut yang pasang kembali melanda desa tersebut dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam hingga 60 sentimeter dan sejumlah akses jalan di pesisir terputus karena abrasi.
1. Warga terdampak banjir rob masih butuhkan bantuan

Meskipun banjir, Herlan mengatakan, para korban masih lebih memilih tinggal di rumah masing-masing. Hingga saat ini, ketinggian banjir rob terpantau mulai surut meskipun masih tetap menggenangi daratan dan bangunan di atasnya.
Karena itu, Herlan menyebut warga yang terdampak masih membutuhkan bantuan makanan dan sebagainya. “Upaya yang sudah dilakukan, adanya pengiriman logistik berupa makanan dari Dinas Sosial Kabupaten Karawang,” ujarnya.
2. Hujan disertai angin kencang merusak rumah warga

Banjir rob belum surut, warga Desa Sedari malah kembali diterjang bencana alam berupa angin kencang. Akibatnya, satu rumah warga di Dusun karangsari dilaporkan mengalami kerusakan berat dan perlu segera diperbaiki.
“Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan rumah warga terhempas oleh angin kencang,” kata Herlan menyebutkan pemilik rumah tersebut adalah satu keluarga yang terdiri dari dua orang bernama Adeng dan Enoy.
3. Ribuan warga terkena dampak banjir rob di Karawang

Sebelumnya, Kepala Desa Sedari Bisri Mustopa menyebutkan jumlah warga yang terdampak banjir rob di desanya mencapai 2.513 orang dari 786 keluarga. Mereka disebut menempati rumah yang terdata sebanyak 432 unit di tiga dusun yakni Dusun Tanjungsari, Dusun Tirtasari, dan Dusun Karangsari.
"Selain rumah, ada sekitar 1.000 hektar tambak terendam. Ketinggian banjir 20-70 sentimeter. Dusun Tanjungsari terisolir dengan (jumlah penduduk) 331 orang dari 121 kepala keluarga terdampak dan 68 rumah," kata Bisri menambahkan.

















