Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ricuh, Polisi Amankan 10 Oknum Pendemo Tolak UU Ciptaker di Bandung
(Tangkapan Layar) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Bandung, IDN Times - Polrestabes Bandung mengamankan 10 orang dari aksi massa omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker) di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (6/10/2020). Puluhan orang tersebut diamankan setelah unjuk rasa diwarnai bentrok dengan aparat.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, saat ini sepuluh orang tersebut tengah diperiksa di Polrestabes Bandung guna dimintai keterangan lebih lanjut.

"Ada sekitar 10 yang diamankan petugas reserse atau prabu. Kami masih lakukan pemeriksaan," ujar Ulung pada awak media di lokasi.

1. Bentrokan terjadi setelah demo mahasisiwa selesai

(Tangkapan Layar) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Ulung menjelaskan, seluruh massa yang diamankan bukan dari golongan mahasiswa atau elemen buruh. Menurutnya, aksi mahasiswa sudah selesai sesat sebelum peristiwa bentrok dengan aparat terjadi.

"Setelah mahasiswa melakukan demo, sudah kembali, kemudian ada massa lagi datang ke DPRD untuk melakukan unjuk rasa lagi, diperkirakan itu kelompok lain bukan mahasiswa," ungkapnya.

2. Massa anarkis belum diketahui dari golongan mana

(Tangkapan Layar) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Ia menuturkan, massa sempat melakukan aksi dorong-dorongan dengan anggota polisi untuk mendobrak masuk gedung DPRD Jabar. Polisi pun akhirnya memukul mundur dan suasana kondusif.

"Massa melakukan pelemparan, kami pukul mundur. Perkembangannya nanti sampaikan, dari mana mereka dan dari kelompok mana mereka," katanya.

3. Polisi sempat berikan peringatan untuk bubarkan diri

Istimewa

Dari peristiwa tersebut, sebuah mobil oprasional milik Polrestabes Kota Bandung diamuk massa. Kemudian, polisi telah mengingatkan beberapa kali massa untuk membubarkan diri tapi tidak ditanggapi.

"Pemicunya dari mereka sendiri, mereka tidak bubar sampai adzan magrib, memang sengaja memancing petugas untuk bisa melakukan kekerasan, tetapi anggota tidak terpancing dengan SOP yang ada, kami berlakukan, setelah tiga kali pelemparan, akhirnya kami pukul mundur mereka," tuturnya.

4. Polisi bakal tindak tegas pendemo anarkis

Istimewa

Ulung menambahkan, pada esok hari jika massa akan melakukan demo tidak menjadi soal. Ia menegaskan, polisi akan tetap mengawal dan mengawasi jalannya demonstrasi. Namun, jika terjadi anarkis polisi akan langsung tindak.

"Kalau anarkis kita lakukan tindakan tegas dan terukur," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article