Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ribuan Nakes Kota Cirebon Jalani Vaksinasi Tahap Awal

Ribuan Nakes Kota Cirebon Jalani Vaksinasi Tahap Awal
Default Image IDN
Share Article

Cirebon, IDN Times - Tahap awal vaksinasi di Kota Cirebon dilakukan di 30 fasilitas layanan kesehatan. Secara simbolis penyuntikan vaksin menyasar kepada tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati dan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) pada Jumat (29/1/2021).

Vaksinasi tahap pertama ini membutuhkan 4.600 vial vaksin Sinovac untuk dua kali penyuntikan. Artinya, sekali penyuntikan vaksin di tahap pertama membutuhkan 2.300 vial vaksin.

1. Sebanyak 2.300 nakes divaksin tahap awal

default-image.png
Default Image IDN

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto menjelaskan, jumlah keseluruhan nakes yang terdaftar sebagai peserta penerima vaksin di Kota Cirebon berjumlah 5.900 orang. Di tahap pertama ini, vaksin akan diberikan kepada 2.300 nakes. Pertimbangan itu menyesuaikan kebutuhan vaksin dan efektivitas tempat penyimpanan di gudang farmasi.

"Tahap awal ini kami menargetkan 4.600 vial di tahap awal vaksinasi. Penyuntikan dibagi menjadi dua. Setelah 14 hari dari sekarang, 2.300 vial akan kembali digunakan," ujarnya usai penyuntikan vaksin di RSD Gunung Jati, Jumat (29/1/2021).

2. Vaksin dilakukan di 30 fasilitas layanan kesehatan

default-image.png
Default Image IDN

Tahap pertama vaksinasi dilakukan di 30 fasilitas pelayanan kesehatan, di antaranya tujuh rumah sakit, satu poliklinik, dan 22 puskesmas. Edy menjelaskan, rencananya jumlah warga Kota Cirebon yang akan mendapatkan vaksin sebanyak 203.123 orang.

Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap hingga April 2022, dengan proyeksi kebutuhan vaksin sebanyak 406.000 vial. Setelah penerima vaksin dari kategori nakes rampung digelar, selanjutnya akan diberikan kepada masyarakat yang berkerja di pelayanan umum, warga komorbid, lansia dan warga umum.

"Warga Kota Cirebon yang terdata untuk menerima vaksin 203.123 jiwa. Setelah nakes divaksinasi, kemudian warga yang berkerja di pelayanan publik, warga dengan komorbid, dan lansia," kata Edy.‎

3. Tidak ada keluhan efek samping

ilustrasi penyuntikan vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)
ilustrasi penyuntikan vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)

Pada vaksinasi tahap awal, Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan menjadi salah satu peserta penerima vaksin. Imron mengaku tak merasakan dampak apapun pada kesehatannya.

"Saya sudah divaksin. Alhamdulillah tidak merasakan efek samping apa pun. Saya meminta kepada masyarakat agar tidak takut divaksin. Kalau ada kesempatan vaksin jangan ditolak," ujar Imron.

4. Tetap patuhi prokes

Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis menyampaikan perkembangan kasus COVID-19 Kota Cirebon. (IDN Times/Wildan Ibnu)
Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis menyampaikan perkembangan kasus COVID-19 Kota Cirebon. (IDN Times/Wildan Ibnu)

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis mengatakan, vaksinasi menjadi harapan bagi seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Cirebon untuk meningkatkan imunitas tubuh terhadap penyebaran COVID-19 yang semakin meningkat.

Kendati vaksin sudah hadir di Kota Cirebon, Azis tetap menekankan kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes). Sebab, vaksin bukan satu-satunya cara masyarakat terbebas dari ancaman penularan virus corona.

"Saya menyampaikan ke masyarakat Kota Cirebon, terutama yang sudah terdaftar program vaksinasi, agar jangan ragu. Vaksin ini jelas sangat bermanfaat," tutup Azis.

Share Article
Topics
Editorial Team
Wildan Ibnu
Galih Persiana
Wildan Ibnu
EditorWildan Ibnu

Latest News Jawa Barat

See More

BI Jabar Sebut Ekonomi Syariah Berpotensi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

28 Jun 2026, 16:55 WIBNews