Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ratusan Ton Sampah Kota Bandung Dibuang ke Garut, Ini Penyebabnya

Kota Bandung
Ratusan Ton Sampah Kota Bandung Dibuang ke Garut, Ini Penyebabnya
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung mengirimkan ratusan ton sampah per hari ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Pasir Bajing, Kabupaten Garut sejak beberapa pekan kemarin. Pembuangan sampah ini dilakukan sebagai imbas adanya pengurangan ritase pembuangan sampah ke TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Adapun pengurangan ritase di TPAS Sarimukti ini dilakukan karena sudah overload. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta agar pemerintah daerah di Bandung Raya yang membuang sampah di Sarimukti, ritase per harinya turut dikurangi. Adapun untuk Kota Bandung dari 170 rit kini dikurangi menjadi 140 rit.

Perlu diketahui, satu rit ini sama dengan 10 ton, sehingga total sampah yang harus dibuang oleh Pemkot Bandung ke TPAS Sarimukti jumlahnya mencapai 1.400 ton per harinya.

Pemerintah provinsi juga meminta agar pengurangan ini dapat dilakukan dengan membenahi sistem pengelolaan sampah pemerintah Bandung Raya dari hulu. Beberapa di antaranya dengan memaksimalkan TPS hingga penyelesaian sampah di rumah tangga.

1. Dibuang ke Garut karena tidak mampu memenuhi ritase ke TPA Sarimukti

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Namun, pada kenyataannya saat ini Pemkot Bandung belum mampu mengelola sisa sampah di luar target ritase TPA Sarimukti, meskipun kini sudah memaksimalkan pengelolan di beberapa TPS terpadu.

Akhirnya, meminta bantuan dengan Pemkab Garut dan membuat kerja sama sementara dengan tenggang waktu tiga bulan lamanya.

"Awalnya kita ini 170 rit, kita harus mengurangi menjadi 140, pengurangan yang 30 rit ini kita lakukan secara masif ya, hanya saja kita baru bisa mengurangi menjadi 154 rit," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi, Kamis (2/1/2025).

"Masih ada sekitaran 14-15 rit yang harus dikurangi, makanya kami lakukan kerja sama dengan Pemkab Garut. Tapi seiring waktu, akan kita selesaikan dengan TPST yang sedang dilakukan comisioning test," katanya.

2. Sebanyak 1.700 ton sampah per hari dibuang ke Garut

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dudy mengungkapkan, saat ini timbunan Kota Bandung sendiri menghasilkan sampah per harinya mencapai 1.700 ton. Adapun sampah yang dibuang ke TPAS Pasir Bajing mencapai 15 rit per harinya atau setara dengan 150 ton sampah. Sementara harinya per satu ton nya Rp75.000.

Harga dan beberapa ketentuan lainnya, kata Dudy, sudah berdasarkan kesepakatan kontrak yang akan berlangsung hingga Maret 2025.

"Sebelum terjadi perjanjian itu, kami sudah membahas itu dan hasil kajian mereka bahwa kapasitas dari TPA mereka masih memungkinkan, beda halnya dengan di Sarimukti. Tiga bulan sampai Maret kerja samanya," katanya.

3. Berharap bisa mencapai target ritase

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dudy sendiri tidak membantah bahwa Pemkot Bandung belum bisa sepenuhnya dapat mengurangi ritase sampah TPA Sarimukti. Menurutnya, pengurangan sampah ini membutuhkan proses secara bertahap.

"Pengurangan ada, tapikan ini prosesnya bertahap tidak bisa sekaligus, makanya untuk memenuhi komitmen itu kami memerlukan kerja sama dengan pihak lain, dalam hal ini Pemkab Garut," kata dia.

"Kami ada TPST yang sekarang sedang comisioning test yang nanti kita harapkan di tiga bulan ke depan. Sudah bisa beroperasi maksimal, sehingga komitmen yang 140 rit ke Sarimukti itu bisa semuanya terakomodir," katanya.

Sebelumnya, Penanganan sampah di Kota Bandung mendapatkan teguran dari Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin. Salah satu yang menjadi sorotan yaitu kuota pembuangan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang tidak sesuai target.

Menurutnya, kuota pembuangan sampah di TPA Sarimukti yang sudah diputuskan bersama dengan wilayah Bandung Raya, seharusnya ditindaklanjuti, bukan justru melebihi kuota yang ada.

"Itu kan sedang ditekan pengirimannya untuk yang ke Sarimukti, tapi memang Kota Bandung malah meningkat kan, jadi harusnya 170 turun ke 130. Ini malah meningkat jadi 185, 166 rate seharinya," ujar Bey.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More