Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Masalah Gigi Masih Tinggi, Edukasi dan Pemeriksaan Diperluas

Kab. Cianjur
Masalah Gigi Masih Tinggi, Edukasi dan Pemeriksaan Diperluas
Ilustrasi Menyikat gigi (Foto By: Kaboompics.com)
  • SKI 2023 mencatat 56,9 persen penduduk usia tiga tahun ke atas mengalami masalah gigi dan mulut, namun hanya 11,2 persen memperoleh perawatan tenaga kesehatan gigi.
  • Pada HKGN 2026 di Cianjur, Formula bersama ICD, PDGI, dan pemerintah daerah menargetkan edukasi 2.000 anak, pemeriksaan gratis 5.000 warga, serta distribusi 15.000 paket perawatan gigi.
  • Kampanye menekankan pencegahan melalui kebiasaan menyikat gigi dan pemeriksaan berkala, sekaligus melibatkan UMKM Desa Bojong serta kegiatan religi dan hiburan untuk menjangkau masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat 56,9 persen penduduk berusia tiga tahun ke atas mengalami masalah gigi dan mulut, tetapi hanya 11,2 persen yang mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan gigi.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat upaya promotif dan preventif. Edukasi mengenai kebiasaan menjaga kesehatan gigi serta akses terhadap pemeriksaan profesional perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya mencari pengobatan ketika masalah sudah muncul.

Hal itu menjadi perhatian dalam peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) 2026 melalui kampanye “Formula Generasi Kuat Indonesia”. Formula berkolaborasi dengan International College of Dentists (ICD), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), dan Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam rangkaian kegiatan pada 11–12 September 2026.

Kegiatan tersebut menargetkan 7.000 peserta, terdiri dari 2.000 anak melalui edukasi dan sikat gigi bersama serta 5.000 masyarakat umum melalui pemeriksaan gigi gratis. Masyarakat juga mendapatkan 15.000 paket sikat dan pasta gigi untuk mendukung penerapan kebiasaan menjaga kesehatan gigi di rumah.

  1. 1. Edukasi preventif dinilai perlu diperkuat

    Masalah Gigi Masih Tinggi, Edukasi dan Pemeriksaan Diperluas (Dok. Formula)
    Masalah Gigi Masih Tinggi, Edukasi dan Pemeriksaan Diperluas (Dok. Formula)

    Ketua PDGI Cabang Cianjur, drg. H. Muchamad Sarbini Wahid Heryanto, MKM, menilai penanganan kesehatan gigi perlu dimulai dari pencegahan dan kebiasaan sehari-hari. “Kesehatan gigi dan mulut tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika masalah sudah muncul, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan dan kebiasaan yang tepat untuk mencegahnya,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Minggu (13/9/2026).

    Menurutnya, kolaborasi antara berbagai pihak dapat membantu mendekatkan edukasi sekaligus layanan kesehatan kepada masyarakat. Pemeriksaan secara berkala juga dinilai penting untuk mendeteksi masalah kesehatan gigi lebih awal.

    Melalui kegiatan tersebut, Formula berupaya membawa pesan kesehatan gigi lebih dekat kepada masyarakat. Managing Director Formula, Jenifer Fransisca, mengatakan komitmen tersebut telah dilakukan selama 40 tahun melalui edukasi dan pengembangan produk perawatan gigi serta mulut.

  2. 2. Ribuan warga mendapat akses pemeriksaan gratis

    Ilustrasi tambal gigi. (freepik.com/jcomp)
    Ilustrasi tambal gigi. (freepik.com/jcomp)

    Formula menggandeng ICD dan PDGI Cianjur untuk memastikan edukasi dan pemeriksaan dilakukan dengan pendekatan promotif serta preventif. Ketua ICD Section XVI Indonesia, Dr. drg. RM Sri Hananto Seno, SpBM(K), MM, FICD, mengatakan keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesehatan gigi masyarakat.

    “Peningkatan taraf kesehatan gigi masyarakat memerlukan sinergi yang kuat antara sektor swasta, pemerintah, dan organisasi profesi. Keterlibatan ICD dalam program ini merupakan bagian dari upaya memastikan edukasi dan pelayanan yang diberikan memiliki standar yang baik,” kata Sri Hananto Seno.

    Selain pemeriksaan, kegiatan juga dirancang agar masyarakat memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan setelah acara berakhir. Jenifer mengatakan, “Selama 40 tahun, Formula tidak hanya hadir melalui produk perawatan gigi dan mulut, tetapi juga berkomitmen mendorong masyarakat membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini.”

  3. 3. Kampanye kesehatan turut melibatkan masyarakat lokal

    Masalah Gigi Masih Tinggi, Edukasi dan Pemeriksaan Diperluas (Dok. Formula)
    Masalah Gigi Masih Tinggi, Edukasi dan Pemeriksaan Diperluas (Dok. Formula)

    Rangkaian HKGN 2026 juga melibatkan CRYSTALIN melalui dukungan terhadap area kuliner dan pemberdayaan UMKM Desa Bojong. Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan manfaat tambahan bagi pelaku usaha lokal yang dapat memperkenalkan serta menjual produk kepada masyarakat yang hadir.

    Selain edukasi kesehatan, Formula menghadirkan malam religi bersama Opick dan Ustaz Maulana pada 11 September 2026 serta panggung rakyat bersama JIGO dan Billy Joeava pada 12 September 2026. Kegiatan tersebut dikemas untuk mendekatkan pesan kesehatan dengan kehidupan masyarakat.

    Ustaz Maulana turut mengajak masyarakat menjadikan kesehatan gigi sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. “Menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah bagian penting dari menjaga kesehatan diri. Kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi secara rutin dan melakukan pemeriksaan berkala dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan dan rasa percaya diri,” tuturnya.

    Melalui kampanye “Formula Generasi Kuat Indonesia”, Formula menyatakan akan terus mendorong kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, akses pemeriksaan, serta kolaborasi dengan pemerintah dan organisasi profesi agar kesadaran preventif masyarakat dapat terus meningkat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More