Bandung, IDN Times - Puluhan mahasiswa dari sejumlah kampus di Bandung melakukan demonstrasi di Jalan IR H Djuanda (dago), Jumat (11/9/2026). Mereka berangkat dari kampus ITB kemudian menyusuri jalanan Dago hingga akhirnya berkumpul di bawah jembatan layang Pasupati.
Dari pantauan IDN Times, ada sejumlah kampus ikut aksi seperti ITB, Politeknik STTT Tekstil, UNIKOM, dan beberapa kampus lain yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (SI) Jawa Barat. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan kritik terhadap kondisi ekonomi nasional, khususnya pelemahan nilai tukar rupiah dan kebijakan pemerintah yang dinilai belum menyentuh persoalan mendasar perekonomian Indonesia.
Dalam pernyataannya tertulis nya, BEM SI mengangkat tema "Negara Kilat, Rakyat Sekarat" dan menyerukan perubahan arah kebijakan ekonomi nasional. Mahasiswa menilai pelemahan rupiah menunjukkan ekonomi Indonesia masih menghadapi persoalan struktural, salah satunya ketergantungan terhadap ekspor komoditas mentah.
Menurut mereka, ekspor barang jadi dan produk bernilai tambah belum cukup kuat untuk menjadi sumber devisa yang stabil bagi Indonesia.
Kondisi tersebut, pada akhirnya berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Kenaikan harga barang berbahan impor, meningkatnya ongkos produksi, hingga beban kebutuhan sehari-hari dinilai semakin menekan masyarakat.
Di sisi lain KM ITB dalam pernyataan resminya menyoroti kondisi kelas menengah dan pekerja muda yang dinilai menjadi kelompok rentan ketika biaya hidup meningkat. Mereka disebut tidak banyak mendapatkan bantuan, tetapi harus menghadapi kenaikan pengeluaran dari berbagai sisi.
Mahasiswa turut mengkritik pola belanja pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Mereka menilai anggaran negara semestinya diarahkan untuk memperkuat sektor pangan, transportasi, pendidikan, kesehatan, industri, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.
Karena itu, KM ITB menegaskan persoalan ekonomi tidak boleh hanya direspons ketika gejolak terjadi. Pemerintah didorong melakukan perubahan arah kebijakan dengan memperkuat daya tahan ekonomi nasional.
"Kawal kebijakan ekonomi. Tuntut fiskal yang bertanggung jawab. Dorong industrialisasi untuk masa depan rakyat," demikian seruan mahasiswa dalam aksi tersebut, dikutip IDN Times
Sementara itu, ratusan petugas gabungan telah berada di kawasan Jalan Cikapayang sejak sekitar pukul 13.00 WIB untuk melakukan pengamanan sebelum massa mahasiswa tiba di lokasi. Mereka bersiaga di sejumlah titik untuk mengatur lalu lintas dan menjaga aksi tersebut. Jumlah aparat terlihat lebih banyak ketimbang massa aksi.
Akibat aksi ini, arus lalu lintas di sekitar Dago pun terhambat. Polisi melakukan rekayasa lalu lintas agar kendaraan masyarakat tetap bisa berjalan
