Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Puluhan Mahasiswa di Bandung Demo Diadang Ratusan Aparat Polisi
Puluhan Mahasiswa di Bandung Demo Diadang Ratusan Aparat Polisi. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Puluhan mahasiswa dari ITB, STTT Tekstil, UNIKOM, dan kampus lain menggelar aksi di Dago, Bandung, menyoroti pelemahan rupiah serta kebijakan ekonomi pemerintah.
  • BEM SI Jawa Barat dan KM ITB menilai ketergantungan ekspor komoditas mentah, kenaikan biaya hidup, serta kerentanan kelas menengah dan pekerja muda menekan masyarakat.
  • Mahasiswa mendesak penguatan pangan, transportasi, pendidikan, kesehatan, industri, dan lapangan kerja; ratusan aparat mengamankan aksi yang menyebabkan lalu lintas Dago terhambat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Puluhan mahasiswa dari ITB dan kampus lain berjalan di Jalan Dago, Bandung. Mereka protes karena uang rupiah melemah dan harga barang bisa naik. Mereka ingin pemerintah membantu ekonomi, pangan, sekolah, kesehatan, dan pekerjaan. Ratusan polisi berjaga di sana. Jalanan jadi macet, lalu polisi mengatur kendaraan supaya tetap bisa lewat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keterlibatan mahasiswa dari berbagai kampus menunjukkan adanya perhatian bersama terhadap persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Kritik yang disertai penekanan pada pangan, pendidikan, kesehatan, industri, dan pekerjaan berkualitas memberi arah konkret bagi dialog kebijakan. Di tengah aksi, pengamanan dan rekayasa lalu lintas juga diupayakan agar mobilitas warga tetap berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Puluhan mahasiswa dari sejumlah kampus di Bandung melakukan demonstrasi di Jalan IR H Djuanda (dago), Jumat (11/9/2026). Mereka berangkat dari kampus ITB kemudian menyusuri jalanan Dago hingga akhirnya berkumpul di bawah jembatan layang Pasupati.

Dari pantauan IDN Times, ada sejumlah kampus ikut aksi seperti ITB, Politeknik STTT Tekstil, UNIKOM, dan beberapa kampus lain yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (SI) Jawa Barat. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan kritik terhadap kondisi ekonomi nasional, khususnya pelemahan nilai tukar rupiah dan kebijakan pemerintah yang dinilai belum menyentuh persoalan mendasar perekonomian Indonesia.

Dalam pernyataannya tertulis nya, BEM SI mengangkat tema "Negara Kilat, Rakyat Sekarat" dan menyerukan perubahan arah kebijakan ekonomi nasional. Mahasiswa menilai pelemahan rupiah menunjukkan ekonomi Indonesia masih menghadapi persoalan struktural, salah satunya ketergantungan terhadap ekspor komoditas mentah.

Menurut mereka, ekspor barang jadi dan produk bernilai tambah belum cukup kuat untuk menjadi sumber devisa yang stabil bagi Indonesia.

Kondisi tersebut, pada akhirnya berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Kenaikan harga barang berbahan impor, meningkatnya ongkos produksi, hingga beban kebutuhan sehari-hari dinilai semakin menekan masyarakat.

Puluhan Mahasiswa di Bandung Demo Diadang Ratusan Aparat Polisi. IDN Times/Debbie Sutrisno

Di sisi lain KM ITB dalam pernyataan resminya menyoroti kondisi kelas menengah dan pekerja muda yang dinilai menjadi kelompok rentan ketika biaya hidup meningkat. Mereka disebut tidak banyak mendapatkan bantuan, tetapi harus menghadapi kenaikan pengeluaran dari berbagai sisi.

Mahasiswa turut mengkritik pola belanja pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Mereka menilai anggaran negara semestinya diarahkan untuk memperkuat sektor pangan, transportasi, pendidikan, kesehatan, industri, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Karena itu, KM ITB menegaskan persoalan ekonomi tidak boleh hanya direspons ketika gejolak terjadi. Pemerintah didorong melakukan perubahan arah kebijakan dengan memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

"Kawal kebijakan ekonomi. Tuntut fiskal yang bertanggung jawab. Dorong industrialisasi untuk masa depan rakyat," demikian seruan mahasiswa dalam aksi tersebut, dikutip IDN Times

Sementara itu, ratusan petugas gabungan telah berada di kawasan Jalan Cikapayang sejak sekitar pukul 13.00 WIB untuk melakukan pengamanan sebelum massa mahasiswa tiba di lokasi. Mereka bersiaga di sejumlah titik untuk mengatur lalu lintas dan menjaga aksi tersebut. Jumlah aparat terlihat lebih banyak ketimbang massa aksi.

Akibat aksi ini, arus lalu lintas di sekitar Dago pun terhambat. Polisi melakukan rekayasa lalu lintas agar kendaraan masyarakat tetap bisa berjalan

Curated For You

Editorial Team

Related Article