Lintasan lari di Lapangan Gasibu, Kota Bandung (Dokumentasi Pribadi/Agithyra Nidiapraja)
Gelombang penolakan dari masyarakat dinilai tidak boleh dianggap sekadar reaksi emosional. Justru, penolakan bisa menjadi indikator adanya informasi yang belum lengkap atau dampak yang belum terantisipasi.
Respons yang tepat dari pemerintah adalah membuka data, menjelaskan dasar kebijakan, dan bila perlu mengevaluasi ulang desain maupun skema lalu lintas yang direncanakan. Transparansi menjadi kunci agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Selain itu, pembentukan forum dialog yang melibatkan dinas teknis, pakar transportasi, dan warga terdampak menjadi langkah penting. Dengan begitu, kebijakan tidak hanya dipertahankan, tetapi juga disempurnakan berdasarkan masukan nyata di lapangan.
Di sisi lain, masyarakat juga didorong menyampaikan penolakan secara tertib dan berbasis data. Mulai dari meminta dokumen kajian, menyusun keberatan tertulis, hingga menawarkan alternatif solusi, menjadi cara efektif untuk memastikan kebijakan publik berjalan lebih akuntabel.