Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Program Dokter Desa Dedi Mulyadi Belum Capai Target, Ini Kendalanya
Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Program Dokter Desa Jawa Barat yang digagas Gubernur Dedi Mulyadi baru menempatkan 60 dokter dari target 200 untuk wilayah terpencil dengan akses kesehatan terbatas.
  • Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi, menyebut kendala utama adalah minimnya dokter yang bersedia ditempatkan di desa, bahkan beberapa mengundurkan diri setelah penugasan.
  • Program ini dikelola Unpad melalui hibah Pemprov Jabar dan melibatkan universitas lain seperti Unisba serta Maranatha guna memperluas partisipasi demi peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2025

Program dokter masuk desa yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai berjalan. Pada tahun ini, 37 dokter telah ditempatkan di berbagai desa terpencil.

6 Juli 2026

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi menyampaikan bahwa jumlah dokter desa bertambah menjadi 60 orang. Ia menjelaskan kendala rekrutmen dan kerja sama dengan Unpad serta perguruan tinggi lain untuk memperluas program.

kini

Program Dokter Desa masih belum mencapai target 200 dokter. Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya menambah tenaga medis melalui kolaborasi dengan berbagai universitas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Program Dokter Desa yang digagas untuk menempatkan dokter di wilayah terpencil Jawa Barat belum mencapai target penempatan 200 dokter, dengan realisasi baru 60 orang hingga pertengahan 2026.
  • Who?
    Program ini digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan dijalankan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran serta beberapa perguruan tinggi lain.
  • Where?
    Pelaksanaan program berlangsung di 17 kabupaten di Jawa Barat, termasuk Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Pangandaran, dan Bekasi yang memiliki akses kesehatan terbatas.
  • When?
    Kegiatan berlangsung sejak tahun 2025 dan laporan terkini disampaikan pada Senin, 6 Juli 2026.
  • Why?
    Keterlambatan terjadi karena banyak dokter enggan ditempatkan di desa terpencil atau mengundurkan diri setelah penugasan dimulai.
  • How?
    Dinas Kesehatan memberikan hibah kepada Unpad untuk mengelola tenaga dokter secara profesional dan menggandeng universitas lain guna menambah jumlah peserta program.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Dedi mau kirim banyak dokter ke desa-desa yang jauh biar orang sakit bisa cepat sembuh. Tapi baru ada 60 dokter yang mau kerja di sana, padahal maunya 200 dokter. Banyak dokter nggak mau karena tempatnya susah. Bu Vini bilang mereka cari lagi dokter dari kampus Unpad dan kampus lain supaya bisa bantu orang di desa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun Program Dokter Desa di Jawa Barat belum mencapai target, upaya yang dilakukan menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk memperluas layanan kesehatan ke wilayah terpencil. Kolaborasi antara Pemprov Jabar, Unpad, serta universitas lain mencerminkan semangat berkelanjutan dalam mencari solusi profesional agar masyarakat di 17 kabupaten tetap mendapatkan perhatian medis yang lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Program dokter masuk desa di kawasan terpencil yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengalami beberapa tantangan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat pun membeberkan beberapa tantangan tersebut.

Program yang digagas dengan menggandeng Universitas Padjadjaran (Unpad) ini ditargetkan dapat menempatkan 200 dokter untuk desa dengan masalah kesehatan tinggi serta aksesibilitas terbatas.

Hanya saja, dalam kenyataannya, Kepala Dinkes Jawa Barat, Vini Adiani Dewi mengatakan, sejak 2025 lalu hingga saat ini baru 60 dokter yang sudah ditempatkan.

"Tahun kemarin ada 37 orang. Tahun ini (bertambah) jadi 60 orang. Memang tidak mudah ternyata, mencari dokter yang mau bekerja di desa," ujar Vini, Senin (6/7/2026).

1. Kesulitan mencari dokter yang mau membantu di desa

Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Beberapa kendala yang dihadapi oleh Dinkes Jabar, kata Vini, masih banyak ditemukan dokter yang tidak mau ditempatkan di desa. Bahkan ada yang sudah ditempatkan, namun menyerah dan tidak sanggup melanjutkan kerja mereka.

"Jadi kami kesulitan juga mencari dokter yang mau untuk menjadi dokter desa ini. Harapan kami bisa terus bertambah, karena bisa membantu Puskesmas. Sehingga upaya kesehatan masyarakatnya diperkuat dengan adanya dokter desa," ucapnya.

Mengenai status dokter desa ini, Vini menjelaskan mereka sepenuhnya di bawah tanggung jawab Unpad. Supaya dalam implementasinya lebih profesional.

"Jadi kita memberikan hibah ke Unpad. Unpad yang mengelolanya. Sehingga lebih profrsional. Jalau lihat dari Unpad-nya, memang masih tenaga honorer," katanya.

2. Kerja sama diperluas namun di bawah tanggung jawab Unpad

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Selain Unpad, Vini mengaku Pemprov Jabar juga menggandeng perguruan tinggi lain seperti Universitas Islam Bandung (Unisba) maupun Maranatha dalam Program Dokter Desa.

"Jadi memang kami perluas, hanya yang mengelolanya Unpad," ujarnya.

Vini berharap, semakin banyak dokter yang dapat terlibat dalam program ini, guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Jabar. Khususnya di kawasan yang memang kesulitan akses layanan kesehatan atau dengan wilayah risiko kesehatan tinggi.

"Dalam hal ini kita tidak menghentikan upaya-upaya. Unpad sendiri misalnya ada dokternya yang mengundurkan diri, mencari lagi. Tentu ini menggandeng semua universitas-universitas pendidikan kedokteran yang ada di Jawa Barat, supaya dipenuhi kekurangannya," tuturnya.

3. Akses masih jadi kendala utama

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sejauh ini, dari 60 dokter yang ditempatkan dalam Program Dokter Desa ada di 17 kabupaten. Di mana dengan riwayat masalah kesehatan yang tinggi, serta aksesibilitas sulit.

"Jadi Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Pangandaran, Kabupaten Bekasi, ini semua kabupaten," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article