Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perkara Utang Jaket Ojol, Dua Pria di Sukabumi Nekat Saling Bacok
Ilustrasi sajam yang disita polisi. (IDN Times/Teri).
  • Dua pria, IS (22) dan H alias Layur (35), saling bacok dengan golok di Cireunghas, Sukabumi, setelah perselisihan sisa pembayaran jaket ojol Rp30 ribu.
  • IS menagih utang mewakili temannya, sedangkan H membela keponakannya. Keduanya sempat berbincang sebelum pertemuan memanas menjadi duel senjata tajam.
  • H mengalami luka serius di wajah, punggung, tangan, dan jari hingga dirawat intensif. Polisi menyita tiga golok serta dua motor, sementara kasus masih diselidiki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dua pria di Sukabumi bertengkar karena sisa uang jaket ojol Rp30 ribu. IS datang untuk menagih uang temannya. H membela keponakannya. Mereka sempat bicara, lalu saling menyerang dengan golok. Keduanya terluka dan dibawa ke rumah sakit. Polisi mengambil tiga golok dan masih menyelidiki kejadian itu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat warga dan kepolisian membantu mengamankan lokasi serta menelusuri kondisi kedua korban setelah pertikaian terjadi. Penyitaan tiga golok dan dua sepeda motor, disertai pengumpulan keterangan saksi, menunjukkan penanganan perkara berjalan terarah, sementara korban yang terluka telah memperoleh perawatan medis di rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Niat menyelesaikan urusan sisa pembayaran jaket ojek online (ojol), dua pemuda di Sukabumi justru berujung tragedi berdarah. Dua pria di Kampung Tugu, Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, nekat menggelar duel satu lawan satu menggunakan senjata tajam jenis golok pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Perkelahian sengit ini melibatkan seorang mahasiswa berinisial IS (22) dan pria pekerja swasta berinisial H alias Layur (35). Keduanya mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit usai saling sabet di tengah malam.

1. Berawal dari sisa utang transaksi jaket Grab sebesar Rp30 ribu

TKP duel berdarah di Sukabumi (IDN Times/dok polisi)

Aksi kekerasan ini dipicu oleh masalah piutang bernilai relatif kecil yang belum tuntas antara rekan dan kerabat dari kedua belah pihak. Transaksi jual beli jaket tersebut sebenarnya bernilai Rp60 ribu, namun baru dibayar separuhnya.

IS hadir di tempat kejadian perkara (TKP) mewakili temannya yang menagih sisa uang, sementara H pasang badan membela keponakannya yang membeli jaket tersebut.

"Berdasarkan informasi awal, peristiwa tersebut diduga dipicu oleh perselisihan terkait utang piutang dalam transaksi penjualan jaket GRAB antara S dan SI alias Capud, dengan nilai transaksi sekitar Rp60.000, yang baru dibayarkan sebesar Rp30.000," ujar Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).

2. Sempat berbincang sebelum akhirnya pecah perkelahian sajam

ilustrasi golok atau bedog dalam Bahasa Sunda (pexels.com/Bruchin Noeka)

Sebelum pertumpahan darah terjadi, kedua belah pihak sempat bertemu dan berbincang di lokasi kejadian. Namun, pembicaraan yang tak menemukan titik temu tersebut dengan cepat memanas hingga berubah menjadi aksi saling serang menggunakan sajam.

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami siapa yang pertama kali memulai penyerangan dalam insiden maut tersebut.

"S diketahui merupakan teman dari IS, sedangkan SI alias Capud merupakan keponakan dari H alias Layur. Perselisihan tersebut diduga berlanjut hingga kedua pihak bertemu di lokasi kejadian. Keduanya sempat berbincang sebelum akhirnya terlibat perkelahian satu lawan satu dengan menggunakan senjata tajam," jelas Ade.

3. Salah satu pelaku mengalami luka sabetan serius dan dirawat intensif

Ilustrasi Rumah Sakit Karena Dampak Mikroplastik (pexels.com/plxabay)

Dampak dari pertikaian bersenjata tersebut membuat H alias Layur menderita luka bacok yang cukup parah di sekujur tubuhnya, mulai dari bagian wajah, punggung, tangan kiri, hingga jari tangan. Ia kini harus mendapatkan perawatan medis secara intensif di RS Hermina.

Sementara itu, IS yang berusia lebih muda mengalami luka lebam di bagian punggung serta tangannya akibat benturan fisik selama duel berlangsung.

"Akibat kejadian tersebut, kedua pihak dilaporkan mengalami luka-luka, IS mengalami luka lebam pada bagian punggung dan tangan. H alias Layur mengalami luka senjata tajam pada bagian wajah, punggung , tangan sebelah kiri dan jari," paparnya.

4. Polisi amankan tiga senjata tajam

Ilustrasi sajam yang disita polisi. (IDN Times/Teri).

Menerima laporan dari warga setempat, personel piket Polsek Cireunghas bersama Bhabinkamtibmas Desa Cikurutug langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk mengamankan TKP dan menyisir keberadaan korban di RS Hermina serta RS Syamsudin SH.

Selain mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi, aparat kepolisian juga berhasil menyita barang bukti berupa tiga bilah golok dan dua unit sepeda motor milik para pelaku.

"Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Cireunghas," tutup Ade.

Curated For You

Editorial Team

Related Article