Perempuan di Garut Kembangkan Usaha Digital dengan Barter Sampah

Garut, IDN Times - Di Kabupaten Garut, Septiana Ike Puspitasari atau Ikeu menghadirkan cara baru memenuhi kebutuhan warga sekaligus menjaga lingkungan. Berawal dari keterbatasan modal, ia memanfaatkan ponsel dan aplikasi Mitra Bukalapak untuk menjual produk digital seperti pulsa, paket data, hingga token listrik.
Namun inovasi Ikeu tak berhenti di sana. Ia memperkenalkan mekanisme pembayaran menggunakan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, hingga kertas. Sampah yang diterimanya kemudian dipilah dan dijual ke pengepul, lalu hasilnya dikonversi menjadi saldo pembelian produk digital maupun kebutuhan pokok.
“Inilah cara kami saling bantu. Kalau tetangga tidak punya uang, mereka bawa barang bekas. Yang penting halal, dan semua bisa terbantu,” ujar Ikeu melalui siaran pers diterima IDN Times, Minggu (30/11/2025).
1. Sampah jadi nilai ekonomi untuk warga

Inovasi ini mengubah cara pandang masyarakat sekitar. Sampah yang sebelumnya tidak bernilai kini menjadi aset ekonomi. Beberapa warga rutin menukarkan botol plastik untuk membeli pulsa atau token listrik, terutama karena wilayah tempat tinggal Ikeu jauh dari akses warung dan penjual produk digital.
Perubahan pun mulai terlihat: volume sampah berkurang, lingkungan lebih bersih, dan warga tetap bisa memenuhi kebutuhan harian meski uang tunai terbatas.
2. Terinspirasi dari pelatihan yang diikuti

Gagasan tersebut lahir setelah Ikeu mengikuti Sinau Hero, program pelatihan Mitra Bukalapak yang membekalinya pengetahuan dasar tentang waste management. Dari pemilahan sampah, menentukan nilai jual, hingga pengolahan sederhana, seluruh pembelajaran itu menjadi fondasi penting model usaha yang ia bangun.
Di sisi lain, pelatihan mengenai pengembangan usaha seperti pencatatan keuangan, pelayanan pelanggan, dan strategi bisnis ia dapatkan melalui Komunitas Juwara Mitra Bukalapak.
“Modal saya adalah kepercayaan. Kalau pelanggan merasa aman dan terbantu, mereka pasti kembali,” kata Ikeu.
3. Perempuan bisa maju asal diberi akses belajar
Berbekal ketekunan, Ikeu berhasil meraih Juara 2 PUJAAN Vol. 4 dan mendapatkan tambahan modal usaha sebesar Rp15 juta. Ia membuktikan bahwa perempuan dengan keterbatasan pun bisa berkembang ketika diberi ruang dan akses belajar.
“Kami di kampung ingin maju sama-sama. Usaha itu bukan hanya soal untung, tapi soal tumbuh bersama,” ujarnya.
Dari rumah sederhananya, Ikeu menjadi penggerak perubahan sosial dan lingkungan. Melalui teknologi Mitra Bukalapak serta dukungan pelatihan, ia mendorong lingkungannya menuju kehidupan yang lebih bersih, inklusif, dan berkelanjutan.


















