Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penolak Safari Jokowi di Jabar Diterima DRPD, Berikut Tuntutannya
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Komisi I DPRD Jawa Barat menerima audiensi massa GAUM-K dan GMKR yang menolak safari politik mantan Presiden Jokowi di Bandung, dengan perwakilan dari beberapa fraksi hadir mendengarkan aspirasi.
  • Perwakilan massa menilai agenda safari Jokowi sarat muatan politik, menunggangi budaya Jawa Barat, serta dikaitkan dengan dugaan korupsi berdasarkan laporan OCCRP.
  • DPRD Jabar menyatakan akan menindaklanjuti tuntutan tertulis GAUM-K dan GMKR yang mencakup penolakan kehadiran Jokowi, desakan pemeriksaan dana safari, serta ajakan masyarakat untuk waspada terhadap politik uang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
14 Juli 2026

Komisi I DPRD Jawa Barat menggelar audiensi dengan massa GAUM-K dan GMKR yang menolak safari Jokowi di Gedung DPRD Jabar, Bandung. Lebih dari sepuluh perwakilan massa bertemu langsung dengan anggota Komisi I.

14 Juli 2026

Kolonel Purnawirawan Sugeng Waras menyampaikan alasan penolakan terhadap safari Jokowi, menilai agenda tersebut bermuatan politik dan menunggangi budaya Jawa Barat.

14 Juli 2026

Anggota DPRD Jabar George Edwin Sugiharto menerima aspirasi massa dan menyatakan akan menyampaikan hasil audiensi kepada pimpinan DPRD untuk ditindaklanjuti.

14 Juli 2026

GAUM-K dan GMKR menyerahkan tuntutan resmi kepada DPRD Jabar, termasuk penolakan kehadiran Jokowi di Jawa Barat serta desakan pemeriksaan aliran dana safari politik oleh lembaga penegak hukum.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Audiensi antara Komisi I DPRD Jawa Barat dan massa aksi dari GAUM-K serta GMKR yang menolak safari politik mantan Presiden Joko Widodo di wilayah Jawa Barat.
  • Who?
    Perwakilan GAUM-K dan GMKR, anggota Komisi I DPRD Jabar seperti Rahmat Hidayat, Muhamad Sidkon Djampi, Yod Mintaraga, George Edwin Sugiharto, serta Kolonel Purnawirawan Sugeng Waras.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
  • When?
    Audiensi dan aksi penolakan dilakukan pada Selasa, 14 Juli 2026.
  • Why?
    Massa menilai safari Jokowi bermuatan politik, menunggangi budaya Jawa Barat, serta mencurigai adanya dugaan penyalahgunaan dana dalam kegiatan tersebut.
  • How?
    Massa menyampaikan aspirasi secara langsung dalam audiensi dengan Komisi I DPRD Jabar dan menyerahkan tuntutan tertulis untuk diteruskan ke pimpinan dewan guna ditindaklanjuti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang di Bandung tidak mau Pak Jokowi datang ke Jawa Barat. Mereka bilang safari Pak Jokowi itu ada urusan politik dan tidak baik buat budaya Sunda. Orang-orang itu datang ke gedung DPRD dan bicara sama anggota dewan seperti Pak Rahmat dan Pak George. Sekarang DPRD sudah dengar dan janji kasih tahu pimpinan dulu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Audiensi antara DPRD Jawa Barat dan perwakilan massa aksi menunjukkan berfungsinya mekanisme demokrasi di tingkat daerah. Dengan menerima aspirasi secara langsung, anggota Komisi I memperlihatkan keterbukaan lembaga legislatif terhadap suara masyarakat. Proses ini mencerminkan penghormatan terhadap hak konstitusional warga untuk menyampaikan pendapat secara tertib dan terstruktur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat turut membuka ruang audiensi terhadap massa aksi dari Gerakan Umat Melawan Kezoliman dan Gerakan Masyarakat Merebut Kedaulatan Rakyat (GAUM-K dan GMKR) yang menolak safari mantan Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

Audiensi ini dilakukan berbarengan dengan aksi penolakan safari Jokowi di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (14/7/2026). Ada sebanyak sepuluh lebih perwakilan dari massa yang turut bertemu langsung dengan anggota Komisi I DPRD Jabar.

Berdasarkan pantauan IDN Times, anggota Komisi I DPRD Jabar yang menerima audiensi ini yaitu, Rahmat Hidayat dari Fraksi Partai Gerindra yang juga merupakan ketua komisi, Muhamad Sidkon Djampi dari PKB, Yod Mintaraga Partai Golkar, serta ada juga George Edwin Sugiharto dari Gerindra.

1. Massa aksi menyampaikan langsung aspirasi di depan anggota DPRD Jabar

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Para perwakilan massa aksi ini turut menyampaikan semua alasan mengapa akhirnya membuat gerakan tersebut. Salah satunya Kolonel Purnawirawan Sugeng Waras yang juga turut menjadi bagian pergerakan ini. Dia menegaskan menolak semua agenda Jokowi di tanah Pasundan.

Sugeng mengungkapkan, agenda Jokowi ini kental dengan muatan politik dan diduga menunggangi kebudayaan Jabar. Belum lagi, kata dia, persoalan dugan presiden terkorup versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

"Hal ini menjadi alasan mengapa kami tolak di Jabar. Seandainya PSI berhasil, Jokowi banyak uangnya, dan sangat merugikan bangsa Indonesia," kata dia dalam audiensi.

2. DPRD Jabar menerima semua aspirasi tersebut

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara, anggota fraksi Gerindra, George Edwin Sugiharto yang turut hadir dalam audiensi ini turut menerima semua aspirasi yang disampaikan langsung oleh massa aksi penolakan safari Jokowi di Jabar tersebut. Dia memastikan nantinya akan diserahkan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti.

"Makasih aspirasi artinya ini hak rakyat, kami terima dan akan kami sampaikan ke pimpinan. Nanti Aspirasi GAUM-K dan GMKR sudah kami terima secara tertulis maupun langsung secara lisan," ujar dia.

Meski begitu, George belum dapat menyikapi lebih lanjut mengenai hal itu, karena aspirasi akan disampaikan terlebih dahulu kepada para pimpinan DPRD Jabar.

"Kami terima, tapi nanti akan kami sampaikan ke pimpinan. Ini merupakan hak konstitusional masyarakat, nanti pimpinan akan menindaklanjuti," ucapnya.

3. Ada lima tuntutan yang disampaikan massa aksi

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dalam kesempatan tersebut, GAUM-K dan GMKR turut menyatakan sikap dan tuntutan kepada DPRD Jabar. Adapun poin-poin aspirasinya sebagai berikut:

  • Menolak dan tidak sudi menerima kehadiran Jokowi di Jawa Barat dalam rangka kampanye politik dengan memperalat nilai-nilai budaya Jawa Barat.

  • Mendesak PPATK, KPK dan Kejaksaan Agung memeriksa aliran dana penggunaal pembiayaan safari dan kampanye politik Jokowi bersama PSI ke seluruh Indonesia, Karena mencium bau korupsi, pencucian uang, dan penggunaan dana ilegal lainnya.

  • Meminta DPRD Jawa Barat untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat Jawa Bara lalam penolakan kehadiran Jokowi dengan mengeluarkan pernyataan sikap DPRD Jawa Barat Menentang kampanye dini dan terselubung partai politik dan figur politik di Jawa Barat.

  • Mengajak seluruh rakyat Jawa Barat untuk menolak kehadiran Jokowi bersama PSI di seluruh daerah Jawa Barat. Mewaspadai politik uang, pengembangan faham materialisme dan penunggangan budaya Jawa Barat.

  • Seluruh elemen perjuangan masyarakat Jawa Barat mendesak aparat penegak hukum untuk menangkap dan mengadili Jokowi agar yang bersangkutan dapat segera mpertanggungjawabkan dosa-dosa politiknya di depan hukum.

Curated For You

Editorial Team

Related Article