Polrestabes Bandung Ungkap 15 Kasus Kejahatan Jalanan dalam 20 Hari, 19 Pelaku Ditangkap. IDN Times/Istimewa
Kristian mengatakan, upaya memberantas begal perlu dilakukan melalui dua pendekatan sekaligus, yakni penindakan hukum yang tegas dan pencegahan berbasis data.
Di sisi penegakan hukum, kepolisian perlu menindak pelaku, penadah, kelompok bersenjata, hingga jaringan yang mengorganisasi kejahatan. Sementara pada sisi pencegahan, aparat perlu memetakan lokasi rawan, memperkuat patroli pada jam-jam tertentu, mempercepat respons terhadap laporan masyarakat, serta membangun komunikasi yang lebih baik dengan warga.
Menurut dia, ukuran keberhasilan kepolisian tidak hanya dilihat dari banyaknya pelaku yang ditangkap, tetapi juga dari menurunnya angka kejahatan, meningkatnya kecepatan respons, serta berkurangnya korban maupun aksi main hakim sendiri.
"Keberhasilan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya penangkapan, tetapi juga dari penurunan kejadian, kecepatan respons, keselamatan warga, dan berkurangnya pengeroyokan," katanya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam mencegah pembegalan. Kristian menyebut pemda dapat memperbaiki penerangan jalan, menata kawasan yang sepi, memasang kamera pengawas, serta memperkuat koordinasi dengan kepolisian, sekolah, fasilitas kesehatan, pelaku usaha, dan masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah perlu memperluas akses pelatihan kerja, mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha, mendukung UMKM yang mampu menyerap tenaga kerja, hingga membuka kesempatan pendidikan dan pekerjaan bagi anak muda di wilayah yang memiliki tingkat pengangguran dan kriminalitas tinggi.
Menurut Kristian, pendekatan tersebut jauh lebih efektif dibanding hanya mengandalkan tindakan represif. Ia menegaskan masyarakat tidak boleh ditempatkan sebagai penghukum, melainkan sebagai pihak yang harus dilindungi dan dilibatkan dalam pencegahan kejahatan secara aman.
"Ketegasan terhadap begal tetap diperlukan, tetapi tidak cukup jika hanya mengandalkan kekerasan atau penangkapan. Kebijakan yang lebih kuat adalah kebijakan yang melindungi korban, menegakkan hukum terhadap pelaku dan jaringan kejahatan, memperbaiki keamanan ruang publik, serta mengurangi tekanan ekonomi melalui kesempatan kerja yang nyata," tutur Kristian.