Pencarian Hari Ketiga Korban Longsor Pasirlangu, Tim SAR Fokus di Dua Titik

- Tim SAR fokus pencarian korban longsor di dua titik di Desa Pasirlangu, Bandung.
- Ada kurang lebih 80 warga yang masih hilang pasca bencana tanah longsor, dengan 25 bodypack dievakuasi dan 11 korban berhasil diidentifikasi.
- Pencarian dilakukan dengan berbagai metode dan melibatkan 2.129 potensi SAR, termasuk penggunaan alat berat seperti 9 excavator.
Bandung, IDN Times - Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Pada hari ketiga ini tim difokuskan mencari di dua area lokasi longsor.
Tim SAR menyatakan masih ada kurang lebih 80 warga yang masih hilang pasca bencana tanah longsor. Dua sektor area pencarian yakni sektor A dan Sektor B di Desa Pasirlangu. Adapun personel tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, TNI/POLRI, Kementrian PU, BNPB, Kementrian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Relawan dan Komunitas SAR.
1. Dapat bantuan personel dari kantor SAR Semarang dan Yogyakarta

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, tim melaksanakan pencarian dengan berbagai metode, mulai dari manual, alkon, hingga penggunaan alat berat.
"Hari ini Kita fokuskan membagi tim menjadi 2 sektor, yakni sektor A di bagian Timur dan sektor B di bagian barat Ds. Pasirlangu, hari ini kami memiliki penambahan kekuatan personel dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Jogja, Kantor SAR Cilacap dan juga potensi SAR dan relawan dari berbagai organisasi" Ujar Direktur Operasi SAR Basarnas, Senin (26/1/2026).
"Untuk pencarian menggunakan alat berat, hari ini ada 9 excavator yang akan digerakkan untuk melaksanakan pencarian" lanjutnya.
2. Seluruh jenazah diserahkan ke tim DVI

Data korban sementara hingga saat ini, sudah dievakuasi 25 bodypack atau kantung jenazah dan kurang lebih 80 orang masih dalam pencarian. Terkait data korban masih dalam proses identifikasi pihak DVI.
"Setiap kantung jenazah kami serahkan ke pihak DVI untuk dilaksanakan identifikasi, selanjutnya tim DVI yang akan merilis data data data korban tersebut" kata Yudhi.
Yudhi berharap hari ini cuaca mendukung sehingga pencarian dapat berjalan secara maksimal hingga sore hari, karna cuaca sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan operasi SAR. Adapun Potensi SAR yang terlibat sebanyak 2.129 potensi SAR.
3. Polisi pastikan jenazah sudah diidentifikasi

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan pun membenarkan data tersebut, dari total 105 termasuk puluhan anggota TNI yang juga hilang di kawasan tersebut, jumlah jenazah yang ditemukan bertambah tiga korban utuh dari hasil pencarian terbaru.
" Dari 25 kantong jenazah yang dievakuasi, sebanyak 11 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh," ujar Hendra.
Adapun korban yang telah teridentifikasi masing-masing bernama Suryana (57 tahun), Jajang Tarta (35 tahun), Dadang Apung (60 tahun), Nining (40 tahun), Nurhayati (42 tahun), Lina Lismayanti (43 tahun), M. Kori (30 tahun) yang teridentifikasi dari potongan tubuh berupa tangan, Ai Sumarni (35 tahun), Koswara (40 tahun), Koswara (26 tahun), dan Ayu Yuniarti (31 rahun).
Sementara itu, sepuluh jenazah utuh dan satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem.















