Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penanganan Sampah di Kota Bandung Masuk Kategori Pembinaan

Penanganan Sampah di Kota Bandung Masuk Kategori Pembinaan
Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq saat memantau pengelolaan sampah di Jasmine Integrated Farming di RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
  • Kementerian Lingkungan Hidup menilai penanganan sampah di Kota Bandung masih dalam kategori pembinaan, meski sudah menunjukkan kemajuan melalui program seperti Gas Lah dan Jasmine Integrated Farming.
  • Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menyebut inovasi pengelolaan sampah di tingkat RW efektif mengurangi beban TPA dan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di Bandung.
  • Pemerintah pusat memberi perhatian khusus pada Bandung, dengan harapan status kota dapat meningkat menjadi kota bersih jika upaya penyelesaian sampah dari hulu terus diperkuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH) telah mengecek sejumlah titik penanganan sampah di Kota Bandung, salah satunya di Jasmine Integrated Farming di RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani.

Pemkot Bandung juga memiliki program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gas Lah) yang turut diaplikasi di Jasmine Integrated Farming. Dari beberapa langkah penanganan sampah tersebut, Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, kota Bandung pada dasarnya bisa menyelesaikan sampah di hulu dengan ramah lingkungan.

"Ternyata Bandung bisa ya. Yang konon katanya enggak bisa, karena tidak dibolehkan menggunakan tenaga pengolahan yang tidak ramah, tapi ternyata bisa. Jadi banyak RW-RW yang mampu menuntaskan masalah sampahnya," ujar Hanif saat ditemui di lokasi Sabtu (28/2/2026).

1. Bandung jadi perhatian Presiden Prabowo Subianto

IMG-20260228-WA0014.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Penanganan sampah di tingkat RW ini menurut Hanif bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, sehingga inovasi seperti di wilayah Antapani Kidul tersebut diharapkan bisa diperbanyak di wilayah lainnya.

"Bandung menjadi perhatian Bapak Presiden. Pada beberapa kali rapat terbatas Bapak Presiden mengamanatkan kepada kita semua untuk segera menangani permasalahan sampah di Bandung Raya, kemudian di Jakarta. Jadi dua kota besar ini Bapak Presiden sangat antusias untuk menyelesaikan," katanya.

2. KotaBandung tidak masuk kategori kota kotor

IMG-20260228-WA0020.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Untuk memberikan kesadaran pemilahan sampah kepada masyarakat, menurut Hanif memang tidak mudah dan perlu waktu bertahun-tahun, namun cara tersebut merupakan yang paling ampuh untuk menyelesaikan sampah dari hulu.

"Hanya dengan semacam ini maka penyelesaian sampah di kota bisa selesai. Tidak bisa dibebankan ke hilir pada saat hilirnya tidak ada muaranya," ucapnya.

Dengan semua perkembangan penanganan sampah ini, Hanif memastikan Kota Bandung masih dalam kategori pembinaan, tidak masuk kategori kota kotor atau Adipura.

"Jadi penanganan sampahnya masih di dalam kategori kota di dalam pembinaan. Jadi ada lima kategori yaitu kota kotor atau kota dalam pengawasan, kota dalam pembinaan, kemudian menuju kota bersih, kemudian Adipura, dan Adipura Kencana," tuturnya.

3. Kota Bandung harus naik menjadi kota bersih

IMG-20260228-WA0015.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Status kota dalam pembinaan sampah ini seharusnya bisa meningkat ke kategori di atasnya yaitu kota bersih. Hanif meminta agar Pemerintah Kota Bandung terus melakukan upaya penyelesaian sampah dari hulu.

"Hari ini Kota Bandung tercintastatusnya masih kota dalam pembinaan. Tahun ini Pak Wali Kota bersama jajarannya berkomitmen penuh untuk mencapai kota bersih, kota menuju bersih, atau bahkan kota bersih atau Adipura," kata Hanif.

"Saya kira mampu masih ada satu tahun kita berjibaku. Sekali lagi ini menjadi jalan keluar yang paling mungkin di tengah-tengah ketidakterdapatan TPA kita," tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More