Pemprov Jabar Belum Mau Terapkan Kembali Pembatasan Sosial COVID-19

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan tidak ada pembatasan kegiatan di tengah terjadinya peningkatan kasus COVID-19. Masyarakat hanya diminta menjaga protokol kesehatan.
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan, pemerintah tidak menerapkan pembatasan kegiatan sosial, meski kasus COVID-19 saat ini terjadi peningkatan di beberapa daerah.
"COVID-19 di Jabar, yang pasti tidak ada pembatasan dan kita harus menjalankan prokes seperti cuci tangan dan untuk yang sakit menggunakan masker," ujar Bey, Selasa (19/12/2023).
1. Masyarakat boleh berbelanja tanpa pembatasan sosial

Masyarakat dikatakannya, masih bisa berbelanja dengan normal di pusat perbelanjaan modern. Hal ini berbeda seperti penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat pandemik COVID-19.
"Supermarket tidak ada pembatasan, hanya penggunaan masker saja bagi yang mengalami sakit," ucapnya.
2. Bey minta tenaga kesehatan mulai diberikan vaksin tambahan

Selain itu, Bey mendorong agar tenaga kesehatan juga mulai diberikan vaksin booster kembali. Menurutnya, hal itu penting dilakukan karena tenaga kesehatan merupakan garda terdepan saat penanganan COVID-19.
"Imunisasi vaksin untuk para nakes penting dilakukan karena mereka yang bertemu dengan (pasien) COVID-19," kata dia.
3. Pemkot Bandung temukan 25 Kasus COVID-19 baru

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di kabupaten kota Jawa Barat mengalami peningkatan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menyampaikan, sudah ada 25 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi positif.
"Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, terakhir hari Selasa itu sudah ada 25 orang yang terkonfirmasi positif. Namun, kondisinya tidak perlu sampai dirawat karena baru menunjukkan gejala," ujar Ema (15/12/2023).
Menurutnya, kabar tersebut bukan berarti buruk, tapi memang secara fakta ada datanya dan harus diwaspadai.
"COVID-19 itu sekarang ada, walaupun baru sedikit. Tapi jangan sampai diabaikan. Kalau kita teledor, bisa berdampak banyak," ucapnya.


















