Kasus COVID-19 Melonjak, Sekda Bandung Imbau Warga Jaga Imunitas

Bandung, IDN Times - Kasus COVID-19 di Indonesia kembali meningkat. Data Kementerian Kesehatan menunjukan peningkatan 300 kasus, di mana warga Bandung pun ada yang terpapar kasus tersebut.
Demi mengantisipasi penyebaran yang masif di Bandung, Sekretaris Daerah Ema Sumarna mengimbau masyarakat untuk terus menjaga imunitas dan kesehatan dengan menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir namun tetap waspada.
"Hindari karbohidrat dan lemak berlebih dan perbanyak konsumsi protein agar daya tahan tubuh, dan kesehatan meningkat," kata Ema saat memimpin Upacara Kenaikan Bendera di Balai Kota Bandung, Senin (18/12/ 2023).
1. Tak ingin pandemik terulang lagi

Berkaca dari pandemik selama dua tahun, Ema berharap kasus tersebut tidak terulang kembali karena berdampak kepada semua aspek kehidupan baik fisik, pikiran, psikologi hingga ekonomi.
"Akibatnya berbagai rencana dan indikator kinerja pemerintah pun tidak dapat dilakukan, yang berdampak merugikan masyarakat," ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk mendapatkan vaksin secara lengkap. Bagi masyarakat yang belum melaksanakan vaksin lengkap agar segera datang ke pusat kesehatan untuk segera melengkapinya.
2. Lakukan pendataan vaksin ulang COVID-19

Ema pun mengintruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk segera mengingatkan dan berkewajiban untuk mendata terkait kelengkapan vaksin.
"Bagi masyarakat yang belum lengkap vaksinnya segera untuk dilengkapi. Ini untuk kesehatan kita bersama," kata dia.
Tak hanya itu, Ema juga meminta seluruh fasilitas kesehatan untuk mempersiapkan fasilitas dan sarana prasarana bagi pasien yang terjangkit COVID-19.
3. Asia Tenggara berjibaku dengan kasus virus corona

Jumlah kasus infeksi COVID-19 mengalami lonjakan di Asia Tenggara. Hal ini mendorong pihak berwenang di berbagai negara di kawasan itu, meningkatkan langkah-langkah guna membatasi penyebaran penyakit tersebut.
Upaya itu termasuk memasang thermal scanner guna mendeteksi suhu tubuh penumpang di titik masuk internasional dan mendesak masyarakat untuk menggunakan masker.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Singapura pada Jumat (15/12/2023) melaporkan, bahwa infeksi COVID-19 melonjak menjadi 56.043 kasus pada 3-9 Desember. Ini berarti meningkat 75 persen, dibandingkan pada minggu sebelumnya dengan 32.035 kasus.
Selain itu, rumah sakit juga akan mengambil langkah-langkah untuk memenuhi peningkatan permintaan tempat tidur. Rata-rata tingkat rawat inap telah melonjak menjadi 350 pasien rawat inap setiap harinya. Ini naik dari 225 pasien pada minggu sebelumnya.
"Untuk menjaga kapasitas layanan kesehatan kita, Kemenkes telah bekerja sama dengan rumah sakit umum untuk melakukan perencanaan darurat, termasuk memastikan tenaga kerja yang memadai dan menunda pilihan yang tidak mendesak guna memaksimalkan kapasitas tempat tidur untuk kasus-kasus mendesak yang membutuhkan perawatan akut," kata Kemenkes Singapura, dilansir The Straits Times.
Di Thailand, jumlah pasien rawat inap karena COVID-19 mengalami lonjakan terbesar adalah pada minggu lalu, yakni 590 kasus sejak Juli. Pada minggu yang sama, tercatat ada lima kematian akibat infeksi ini, Bangkok Post melaporkan.

















