Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemkot Bandung Perkuat Sinergi dengan Pemprov, Pembenahan Dikebut

Pemkot Bandung Perkuat Sinergi dengan Pemprov, Pembenahan Dikebut
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. IDN Times/Istimewa
Intinya Sih
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan fokus pembenahan kota ada pada sektor kebersihan dan infrastruktur, dengan memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk percepatan penanganan.
  • Pemprov Jabar menurunkan 130 personel tambahan guna memperkuat efektivitas petugas kebersihan, sementara Pemkot Bandung memperluas pemetaan titik pemantauan hingga 181 lokasi untuk evaluasi lapangan rutin.
  • Pembenahan infrastruktur dilakukan bertahap mulai dari jalan, trotoar, hingga galian utilitas, dengan kenyamanan pejalan kaki dan pesepeda dijadikan indikator utama keberhasilan pembangunan kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Wali Kota Muhammad Farhan memastikan proses pembenahan di Bandung terus berjalan. Ia menegaskan, fokus utama saat ini berada pada sektor kebersihan dan infrastruktur yang dinilai masih membutuhkan penguatan, terutama dari sisi operasional di lapangan.

Upaya ini tidak dilakukan sendiri. Farhan mendorong kolaborasi lebih erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai langkah mempercepat penanganan berbagai persoalan kota. Komunikasi dengan Gubernur Dedi Mulyadi pun disebut sudah membuka jalan bagi dukungan nyata.

Dalam evaluasi yang terus dilakukan, Farhan mengakui masih ada kekurangan, khususnya terkait jumlah dan efektivitas petugas kebersihan. Namun, kondisi tersebut langsung mendapat respons dari Pemprov Jabar.

1. Kekurangan petugas dijawab, 130 personel tambahan diturunkan

IMG-20260425-WA0035.jpg
Petugas gabungan saat membersihkan area Monju Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Farhan menyebut persoalan kebersihan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Saat berdiskusi dengan Dedi Mulyadi, ia secara terbuka menyampaikan kondisi di lapangan.

Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saat berdiskusi, beliau menanyakan efektivitas petugas kebersihan. Saya sampaikan masih kurang dan beliau langsung menawarkan bantuan," kata dia melalui siaran pers dikutip, Minggu (26/4/2026).

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jawa Barat akan menurunkan sekitar 130 personel tambahan. Tak hanya itu, pemerintah provinsi juga berkomitmen mengambil peran dalam penyapuan seluruh jalan provinsi di Kota Bandung.

Menurut Farhan, tambahan tenaga ini diharapkan bisa meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan kebersihan, terutama di titik-titik padat aktivitas.

“Semua harus berjalan. Dengan tambahan 130 personel dari pemerintah provinsi, penanganan diharapkan lebih efektif," paparnya.

2. Pemetaan diperluas hingga 181 titik

(Pasar Minggu Monju Bandung) IDN Times/Azzis Zulkhairil
(Pasar Minggu Monju Bandung) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Selain mengandalkan tambahan personel, Farhan juga mengubah pendekatan dengan memperkuat evaluasi langsung di lapangan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran kewilayahan, mulai dari camat hingga lurah, untuk ikut turun tangan. Kegiatan ini dilakukan rutin setiap Minggu pagi, sejak 19 April 2026, pada pukul 04.00 hingga 07.00 WIB.

“Sejak 19 April, setiap Minggu pukul 04.00–07.00 kami turun ke lapangan untuk mengetahui langsung titik mana yang harus diselesaikan,”

Pada pekan pertama, pemantauan dilakukan di 46 titik. Namun, Farhan mengaku belum puas dengan capaian tersebut. Karena itu, cakupan diperluas secara signifikan.

“Minggu lalu kami mencoba di 46 titik, namun saya belum puas. Minggu ini kami targetkan 181 titik,”

Langkah ini diambil agar penanganan kebersihan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan berbasis pemetaan kebutuhan riil di lapangan.

3. Infrastruktur dibenahi bertahap, pejalan kaki jadi indikator utama

Pemerintah Kecamatan Tallo menggalakkan penertiban tempat usaha yang menempati fasilitas umum trotoar. (Dok. Humas Pemkot Makassar)
Pemerintah Kecamatan Tallo menggalakkan penertiban tempat usaha yang menempati fasilitas umum trotoar. (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Selain kebersihan, Farhan menegaskan pembenahan infrastruktur juga berjalan paralel. Ia menyebut perbaikan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas yang jelas.

Perbaikan dimulai dari jalan, kemudian dilanjutkan ke trotoar, hingga penataan galian utilitas agar lebih aman dan tertata. “Dimulai dari jalan terlebih dahulu. Setelah itu trotoar diperbaiki. Galian utilitas juga akan dipastikan aman sebagai acuan penataan,”

Lebih jauh, Farhan menekankan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan kota tidak hanya dilihat dari kelancaran kendaraan bermotor. Ia justru menyoroti pentingnya kenyamanan bagi pejalan kaki dan pesepeda.

“Kalau pejalan kaki dan pesepeda sudah aman, itu pencapaian tertinggi,”

Farhan juga memastikan hubungan kerja antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat berjalan baik. Ia menilai perbedaan gaya komunikasi bukanlah persoalan selama tujuan pembangunan tetap sejalan.

Menurutnya, kolaborasi lintas pemerintahan justru menjadi kunci percepatan pembenahan kota, terutama dalam menjawab persoalan yang membutuhkan dukungan sumber daya lebih besar.

“Yang terpenting, kita bisa terus bekerja sama,”

Dengan tambahan personel, evaluasi lapangan yang lebih masif, serta pembenahan infrastruktur bertahap, Farhan optimistis wajah Bandung akan semakin tertata. Namun, ia menegaskan seluruh upaya ini harus berjalan konsisten agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More