- Beras SPHP 5 kg: Rp58 ribu
- Minyak goreng Minyakita: Rp15.500/liter
- Gula pasir: Rp17 ribu/kg
- Telur ayam: Rp29 ribu/kg
- Daging sapi: Rp132 ribu/kg
- Ayam potong: Rp37 ribu/ekor
- Cabai merah: Rp42 ribu/kg
- Bawang merah/putih: Rp34 ribu/kg
- Komoditas seperti cabai dan bawang biasanya mengalami lonjakan harga jelang Ramadan, sehingga pasar murah kerap menjadi incaran warga.
Pasar Murah Digelar Polrestabes Bandung, Sediakan 17 Komoditas

- Polrestabes Bandung menggelar Gerakan Pangan Murah menjelang Ramadan untuk menekan lonjakan harga bahan pokok dan membantu warga memperoleh kebutuhan dengan harga di bawah pasaran.
- Kegiatan berlangsung dua hari di halaman Mapolrestabes Bandung, menyediakan 17 komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur, hingga daging dengan harga lebih murah dari HET.
- Program ini hasil kolaborasi Polrestabes Bandung, Bulog, dan instansi pemerintah guna menjaga stabilitas harga serta memperluas distribusi pangan bagi masyarakat sekitar.
Bandung, IDN Times - Polrestabes Bandung menggelar Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Ramadan. Pelaksana Tugas (Plt) Kapolrestabes Bandung, Komb Adi Wijaya, mengatakan program ini memang ditujukan menahan lonjakan harga sejumlah bahan pangan.
Adi menjelaskan, beberapa komoditas belakangan mengalami kenaikan harga sehingga menyulitkan masyarakat. Karena itu, ia bersama sejumlah instansi menghadirkan pasar murah dengan harga di bawah pasaran, bahkan lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami siapkan 17 item kebutuhan pokok. Harganya lebih murah daripada harga pasar dan masih di bawah HET,” ujar Adi, Selasa (24/2/2026).
1. Siapkan program serupa di titik lain

Kegiatan berlangsung pukul 15.00–18.00 WIB di halaman Mapolrestabes Bandung. Menurutnya, warga yang datang mayoritas berasal dari sekitar kawasan kantor polisi dan terlihat antusias sejak awal kegiatan.
“Dari tadi warga silih berganti datang membawa belanjaan. Artinya antusiasnya sangat baik dan tinggi,” katanya.
Ia menambahkan program ini direncanakan berlangsung dua hari. Setelah digelar di Mapolrestabes Bandung, kegiatan selanjutnya akan menyasar lokasi yang lebih dekat dengan permukiman warga.
2. Beras hingga minyak goreng dijual murah

Dalam kegiatan ini masyarakat bisa membeli sejumlah bahan pokok utama yang biasa mengalami kenaikan harga menjelang bulan puasa.
Beberapa harga yang ditawarkan antara lain:
3. Kolaborasi lintas instansi

Program ini digelar Polrestabes Bandung bersama sejumlah lembaga pemerintah dan Bulog. Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan stok pangan tersedia sekaligus menekan gejolak harga di tingkat konsumen. Melalui intervensi langsung ke masyarakat, distribusi bahan pokok diharapkan lebih merata.
Tak hanya sembako, kegiatan ini juga menghadirkan produk pelaku UMKM Kota Bandung. Warga yang datang bukan cuma membeli bahan dapur, tapi juga bisa berburu makanan olahan dan produk rumahan.
Dengan adanya pasar murah ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan pokok menjelang Ramadan bisa dipenuhi tanpa harus terbebani kenaikan harga.
4. Warga harap kegiatan ini lebih banyak

Salah satu warga yang memanfaatkan program ini, Hengky, menyambut baik adanya penjualan sembako murah. Menurutnya, harga sembako sekarang terus mengalami kenaikan sehingga dia harus mencari toko atau pasar murah demi mendapat harga lebih miring.
Setelah mendapatkan informasi dari pihak kelurahan ada kegiatan sembako murah di Polrestabes Bandung, Hengky bersama istri datang untuk membeli sejumlah kebutuhan.
"Beli beras (10 kg), kemudian beli gula sama minyak juga. Di sini lebih murah beras saja cuman Rp58 ribu (per 5 kg), biasanya bisa sampai Rp65 ribu," tuturnya.
Dia berharap kegiatan seperti ini bisa terus digalakkan khususnya jelang momen Lebaran.


















