di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Kamis (5/11/2026). Dok IDN Times-Azzis Zulkhairil
Agus mengatakan, TNI telah menyiapkan pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana alam, termasuk untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, kondisi cuaca di Indonesia memiliki potensi bencana yang berbeda. Saat hujan turun, ancaman banjir dapat terjadi. Sementara ketika cuaca panas dan kering, risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat.
Karena itu, TNI menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) agar bisa segera dikerahkan ke wilayah yang membutuhkan bantuan.
"Jadi TNI selalu menyiagakan personel dan alutsista setiap saat apabila terjadi bencana. Kalau terjadi bencana karhutla di Kalimantan, Sumatra, dan wilayah lain, personel serta alutsista yang disiagakan bisa segera ke wilayah yang ditentukan," kata dia.
Berikut background yang bisa ditempatkan di bagian akhir berita IDN Times untuk menjelaskan waktu, lokasi, dan kronologi kejadian.
Kecelakaan helikopter Mi-17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) terjadi pada Rabu (4/11/2026) saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Helikopter yang membawa delapan personel tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang. Penerbangan dilakukan untuk mendukung pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) melalui metode water bombing.
Dari delapan personel yang berada di dalam helikopter, tiga prajurit dinyatakan gugur, yakni Letkol Cpn Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Nuhafiz Akbar, dan Sertu Heri Prasetyo. Sementara lima personel lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang.