Panglima TNI Beri Penghormatan untuk Prajurit Gugur saat Karhutla

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin pemakaman militer Letkol Cpm Anumerta Dudi Firmansyah di TMP Cikutra, Bandung, setelah gugur dalam misi karhutla Kalimantan Tengah.
Negara menyalurkan hak keluarga tiga prajurit gugur: keluarga Dudi Rp757,6 juta, Nurhafiz sekitar Rp633 juta, dan Heri sekitar Rp663 juta, termasuk santunan serta beasiswa.
Kecelakaan helikopter Mi-17V5 saat water bombing di Taman Nasional Tanjung Puting menewaskan tiga dari delapan personel; lima lainnya selamat. TNI menyiagakan personel dan alutsista menghadapi bencana.
Bandung, IDN Times - Isak tangis keluarga Letkol Cpm Anumerta Dudi Firmansyah pecah saat mengantar jenazah ke liang lahat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Kamis (5/11/2026). Prajurit TNI yang gugur dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah itu mendapat penghormatan terakhir dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Jenazah Dudi dimakamkan melalui upacara militer yang dipimpin langsung oleh Agus. Keluarga dan jajaran Mabes TNI turut hadir untuk memberikan penghormatan serta mendoakan almarhum.
Dudi meninggalkan seorang istri dan dua anak, masing-masing perempuan berusia 20 tahun dan laki-laki berusia 17 tahun.
"Barusan saja telah dilaksanakan pemakaman secara militer kepada para pahlawan yang telah gugur dalam rangka mengemban tugas karhutla," ujar Agus setelah upacara militer pemakaman.
1. Keluarga prajurit gugur mendapat santunan hingga Rp757 juta

di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Kamis (5/11/2026). Dok IDN Times-Azzis Zulkhairil Agus mengungkapkan, anggota TNI yang gugur dalam misi pemadaman Karhutla merupakan sosok pahlawan bangsa. Dia juga turut memberikan rasa hormat mendalam terhadap tiga anggotanya yang gugur dalam misi tersebut.
"Letkol Anumerta CPM Dudi Firmansyah kemudian Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo. Beliau merupakan para pahlawan bangsa yang gugur menjalankan tugas," katanya.
2. Prajurit lainnya yang gugur juga mendapatkan hak-haknya

keluarga Letkol Cpm Anumerta Dudi Firmansyah setelah upacara militer pemakaman di TMP Cikutra. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Agus memastikan negara akan memenuhi hak-hak keluarga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas pemadaman karhutla. Untuk keluarga Letkol Cpm Anumerta Dudi Firmansyah, total hak yang akan diterima mencapai Rp757.602.506.
Jumlah tersebut terdiri dari sejumlah komponen, termasuk santunan risiko kematian khusus sebesar Rp450 juta, santunan dari perbankan sebesar Rp140 juta, beasiswa pendidikan untuk dua anak senilai Rp60 juta, serta tabungan hari tua sekitar Rp69 juta. Ada pula komponen lain yang menjadi bagian dari total hak tersebut.
Sementara itu, keluarga Kapten Cpm Anumerta Nurhafiz Akbar akan menerima hak sekitar Rp633 juta. Adapun keluarga Sertu Heru Prasetyo mendapat hak sekitar Rp663 juta.
"Adapun hak-haknya diterima keluarga almarhum. Itu akan diberikan dari negara kepada keluarga korban," katanya.
3. TNI siagakan personel dan alutsista untuk penanganan karhutla

di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Kamis (5/11/2026). Dok IDN Times-Azzis Zulkhairil Agus mengatakan, TNI telah menyiapkan pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana alam, termasuk untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, kondisi cuaca di Indonesia memiliki potensi bencana yang berbeda. Saat hujan turun, ancaman banjir dapat terjadi. Sementara ketika cuaca panas dan kering, risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat.
Karena itu, TNI menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) agar bisa segera dikerahkan ke wilayah yang membutuhkan bantuan.
"Jadi TNI selalu menyiagakan personel dan alutsista setiap saat apabila terjadi bencana. Kalau terjadi bencana karhutla di Kalimantan, Sumatra, dan wilayah lain, personel serta alutsista yang disiagakan bisa segera ke wilayah yang ditentukan," kata dia.
Berikut background yang bisa ditempatkan di bagian akhir berita IDN Times untuk menjelaskan waktu, lokasi, dan kronologi kejadian.
Kecelakaan helikopter Mi-17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) terjadi pada Rabu (4/11/2026) saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Helikopter yang membawa delapan personel tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang. Penerbangan dilakukan untuk mendukung pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) melalui metode water bombing.
Dari delapan personel yang berada di dalam helikopter, tiga prajurit dinyatakan gugur, yakni Letkol Cpn Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Nuhafiz Akbar, dan Sertu Heri Prasetyo. Sementara lima personel lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang.























