Panglima TNI Ungkap Kronologi Helikopter Jatuh saat Padamkan Karhutla

Helikopter Puspenerbad membawa delapan personel TNI AD jatuh di perairan Kalimantan Tengah saat misi water bombing penerbangan kedua, setelah penerbangan pertama berlangsung aman.
Tiga prajurit TNI AD gugur, yaitu Letkol Cpm Anumerta Dudi Firmansyah, Kapten Cpm Anumerta Nurhafiz Akbar, dan Sertu Anumerta Heri Prasetyo; lima personel selamat dievakuasi.
Tim SAR dan TNI menemukan helikopter terbalik sekitar satu kilometer dari pantai pada kedalaman enam meter; evakuasi satu korban tersisa terkendala arus bawah laut deras.
Bandung, IDN Times - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan kronologi kecelakaan helikopter milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) yang jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).
Adapun helikopter tersebut mengangkut delapan personel TNI Angkatan Darat (AD) dan mengalami kecelakaan ketika menjalankan misi water bombing di perairan Kalimantan Tengah.
Dalam peristiwa tersebut, tiga prajurit TNI AD gugur, yakni Letkol Cpm Anumerta Dudi Firmansyah, Kapten Cpm Anumerta Nurhafiz Akbar, dan Sertu Anumerta Heri Prasetyo. Sementara lima personel lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
1. Kecelakaan terjadi saat penerbangan kedua

di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Kamis (5/11/2026). Dok IDN Times-Azzis Zulkhairil Agus menjelaskan, helikopter tersebut sempat menjalankan satu kali penerbangan untuk misi pemadaman karhutla dengan aman. Namun, kecelakaan terjadi ketika helikopter melaksanakan penerbangan kedua.
Kemudian, helikopter yang mengangkut delapan personel itu mengalami kecelakaan di perairan Kalimantan Tengah.
"Jadi ada delapan personel dalam pesawat helikopter milik TNI AD Puspenerbad kecelakaan saat dilaksanakan water bombing. Jadi satu kali sudah dilaksanakan dengan aman, kemudian yang kedua kalinya jadi crash. Itu lokasi di perairan Kalimantan Tengah," ujar Agus setelah pemakaman Letkol Cpm Anumerta Dudi Firmansyah di TMP Cikutra, Kota Bandung, Kamis (5/11/2026).
2. Helikopter ditemukan terbalik di kedalaman enam meter

Jenazah korban helikopter jatuh di Kalimantan tiba di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Setelah kecelakaan, tim SAR bersama TNI melakukan pencarian terhadap helikopter dan seluruh personel yang berada di dalamnya.
Agus menyampaikan, berdasarkan laporan yang diterimanya, badan helikopter telah ditemukan sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Helikopter berada di kedalaman kurang lebih enam meter dalam posisi terbalik.
"Kondisi terakhir helikopter berada satu kilometer dari bibir pantai dan kedalaman kurang lebih enam meter dan posisi heli terbalik," katanya.
3. Arus bawah laut menjadi kendala evakuasi korban

Jenazah korban helikopter jatuh di Kalimantan tiba di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Meski posisi helikopter telah ditemukan, proses evakuasi menghadapi kendala karena arus bawah laut di lokasi kejadian cukup deras.
Agus mengatakan, berdasarkan laporan tim SAR dan TNI di lapangan, masih terdapat satu korban yang berada di dalam badan helikopter dan membutuhkan proses evakuasi.
"Hasil laporan SAR dan TNI di lokasi arus di dalam lautnya deras, tetapi kita insya Allah segera kami evakuasi satu korban di dalam heli dan posisi heli sudah ditemukan," kata dia.























