Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pabrik Sepatu Bata Gulung Tikar, Pemerintah Minta Penuhi Hak Karyawan
Tangkap Layar (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Bandung, IDN Times - Perusahaan sepatu di Purwakarta, PT Sepatu Bata Tbk (BATA) gulung tikar. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat menyatakan ada ratusan karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

"Surat pemberitahuan (PHK) ada di Kabupaten Purwakarta, cuma kami dapat tembusan, data terakhir, ada 275 karyawan kena PHK," ujar Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, Teppy Wawan Dharmawan melalui pesan singkat, Senin (6/5/2024).

1. Perusahaan terus merugi jadi alasan penutupan pabrik

Ilustrasi bangkrut. (Pixabay/geralt)

Teppy mengatakan, berdasarkan informasi dari Disnakertrans Purwakarta, PHK dilakukan karena perusahaan merugi. Adapun pemecatan itu dilakukan secara bertahap oleh pihak perusahaan.

"Karena memang (perusahan) sudah terus merugi, jadi secara bertahap sudah ada pengurangan (karyawan)," tuturnya.

2. Pemprov minta perusahan tidak abaikan hak karyawan

Ilustrasi bangkrut. (Pexels/Nicola Barts)

Dalam persoalan ini, Pemprov Jawa Barat mendorong agar perusahaan tetap memberikan hak pada karyawan yang di PHK. Menurutnya, itu menjadi fokus penanganan dari Disnakertrans Provinsi Jawa Barat.

"Nah ini yang jadi perhatian kami, agar seluruh kewajibannya dipenuhi," kata dia.

3. Perusahaan sepatu Bata resmi menghentikan produksi

Ilustrasi orang tidak punya uang. (Pixabay/Mohamed Hasan)

PT Sepatu Bata Tbk (BATA) menyatakan akan memberhentikan produksi di pabrik Kabupaten Purwakarta paling lambat 1 Juni 2024. Mereka menyatakan telah mengalami kerugian lebih dari empat tahun atau sejak 2020.

Sebelum menyatakan akan menghentikan produksi, Bata sendiri sudah menjual beberapa aset perusahaan beruga gedung beberapa waktu lalu. Akhirnya, perusahaan alas kaki ternama asal Indonesia ini gulung tikar.

Editorial Team

Related Article