Bandung, IDN Times -Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) tetap menyalurkan menu Makan Bergizi Gratis kepada siswa hingga ibu hamil dan menyusui selama Ramadan menuai pro dan kontra. Terutama menu MBG yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bandung yang di nilai tidak memenuhi standar gizi.
Selama Ramadan ini, SPPG tetap menyalurkan menu MBG dengan berbagai cara. Ada yang memberikan MBG kepada sekolah setiap hari, ada pula yang disalurkan sepekan dua kali. Tidak hanya itu, menu yang diberikan pun tidak ada lagi "Makan Bergizi" sesuai program yang diharapkan.
Sejumlah siswa di sekolah yang menerima menu MBG kerap kali membawa pulang sajian roti, kue bolu, setengah potongan kentang rebus dan beberapa buah-buahan. Bahkan, ada SPPG yang memberikan satu box roti coklat untuk jatah seminggu dan hidangan setengah jadi untuk diolah sendiri di rumah.
Sajian menu MBG saat Ramadan yang beragam ini mendapat protes dari sejumlah orang tua siswa di Kota Bandung. Sebab, melihat isi menu MBG yang di terima jauh dari kata bergizi dan laik.
