Guru di kantor polisi saat laporkan oknum wartawan ngamuk di sekolah (IDN Times/Siti Fatimah)
Kepala Sekolah SDN Sukaraja 2, Siti Julaeha, menceritakan bahwa peristiwa tersebut bermula saat oknum wartawan langganan sekolah itu datang seorang diri untuk meminta "uang bulanan" sebesar Rp100 ribu untuk alokasi bulan September.
Namun, saat itu manajemen sekolah belum dapat memenuhinya karena dana Operasional Sekolah (BOS) belum dicairkan.
"Dia meminta itu yang untuk bulan September. Karena kita istilahnya belum mengambil uang BOS, makanya kita bilang 'besok saja'. Tapi dia tetap kukuh dengan alasan buat berobat anaknya," kata Siti, Selasa (1/9/2026).
Siti mengaku saat itu para guru maupun dirinya sedang tidak memegang uang tunai. Penolakan tersebut rupanya membuat pelaku berang hingga melakukan intimidasi verbal.
"Kebetulan saya juga ketinggalan dompet, cuma membawa uang Rp20 ribu. Karena kami tidak memberi, akhirnya dia marah sampai tunjuk-tunjuk saya," kata Siti.
Menurut Siti, aksi pemerasan ini bukan pertama kalinya terjadi. Pelaku kerap meminta uang tambahan di luar iuran resmi dengan berbagai alasan, mulai dari biaya haul hingga beli anting anak. Keluhan serupa rupanya juga dirasakan oleh beberapa sekolah lain di wilayah tersebut.