Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mortir Diduga Meledak di Bandung Barat, Tiga Warga Dinyatakan Tewas
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
  • Tiga warga tewas akibat ledakan diduga mortir di Desa Cipatat, Bandung Barat pada Rabu pagi sekitar pukul 10.30 WIB.
  • Korban bernama Ade dan Suhri meninggal di lokasi, sementara Rodiana sempat dirawat sebelum dinyatakan meninggal di RS Dustira.
  • Polisi memasang garis polisi dan melibatkan tim Inafis serta Jibom untuk menyelidiki serta mensterilkan area dari kemungkinan sisa bahan peledak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
8 Juli 2026

Sekitar pukul 10.30 WIB terjadi ledakan diduga peluru mortir di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Bandung Barat. Tiga warga bernama Ade, Suhri, dan Rodiana menjadi korban.

8 Juli 2026

Korban Ade dan Suhri meninggal di lokasi kejadian. Rodiana sempat dievakuasi ke Puskesmas Rajamandala lalu dirujuk ke Rumah Sakit Dustira.

8 Juli 2026

Rodiana dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Dustira pada pukul 17.25 WIB.

kini

Polisi telah memasang garis polisi dan melibatkan Tim Inafis serta Jibom untuk menyelidiki dan mensterilkan lokasi dari sisa bahan peledak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Terjadi ledakan diduga berasal dari peluru mortir di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, yang menyebabkan tiga warga meninggal dunia dan lokasi kini dalam penyelidikan kepolisian.
  • Who?
    Tiga korban adalah Ade (21), Suhri (40), dan Rodiana (40). Kapolsek Cipatat Kompol D.M.S Andriani Sapin membenarkan kejadian tersebut. Tim Inafis dan Jibom turut dikerahkan ke lokasi.
  • Where?
    Ledakan terjadi di Kampung Ciparang RT 04 RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
  • When?
    Peristiwa berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026 sekitar pukul 10.30 WIB. Korban terakhir dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Dustira pada pukul 17.25 WIB hari yang sama.
  • Why?
    Penyebab pasti masih diselidiki. Dugaan awal menyebut ledakan berasal dari mortir bekas latihan militer yang ditemukan warga di sekitar lokasi.
  • How?
    Saksi mendengar suara ledakan dari arah rumah korban. Setelah dicek, tiga orang ditemukan tergeletak. Polisi memasang garis polisi dan mensterilkan area dengan bantuan tim Jibom serta Inafis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tadi di Bandung Barat ada bunyi ledakan besar. Katanya itu dari mortir, kayak peluru yang bisa meledak. Tiga orang, namanya Ade, Suhri, dan Rodiana, kena ledakan dan semuanya meninggal. Polisi datang ke tempat itu buat lihat dan pasang garis kuning supaya aman. Sekarang polisi masih periksa tempatnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah tragedi yang terjadi di Cipatat, respons cepat pihak kepolisian menunjukkan kesigapan aparat dalam menangani situasi berbahaya. Dengan segera melakukan pengecekan, memasang garis polisi, serta melibatkan tim Inafis dan Jibom untuk mensterilkan lokasi, langkah-langkah ini mencerminkan komitmen terhadap keselamatan warga dan penegakan prosedur penyelidikan yang hati-hati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Sebanyak tiga orang dinyatakan meninggal dalam peristiwa ledakan diduga peluru mortir di Kampung Ciparang RT 04, RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Rabu (8/7/2026).

Kabar ini dibenarkan langsung oleh Kapolsek Cipatat, Kompol D.M.S Andriani Sapin. Dia membenarkan ledakan diduga dari mortir tersebut benar adanya dan tiga orang dinyatakan meninggal.

"Betul ada kejadian ledakan peluru Mortir 81 sekitar pukul 10.30 WIB. Tiga orang meninggal dunia," kata Andriani.

Saat ini, kepolisian sudah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Dia menyampaikan, peristiwa ini diketahui setelah salah seorang warga mendengar suara ledakan di sekitar rumah korban bernama Ade (21 tahun).

Setelah dilakukan pengecekan bersama-sama, ternyata ada tiga korban yang sudah tergeletak. Selain Ade, dua korban lainnya adalah Suhri (40 tahun) dan Rodiana (40 tahun).

"Saksi mendengar ada suara ledakan dari arah rumah korban, tidak lama kemudian datang saksi lainnya memberitahu kalau ada warga yang terkena ledakan. Kemudian saksi berangkat ke rumah korban dan didapati tiga orang sudah tergeletak," ungkap Andriani.

Korban Shuri dan Ade meninggal di lokasi. Sedangkan, satu korban lainnya, Rodiana sempat dievakuasi warga ke Puskesmas Rajamandala hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Dustria dan dinyatakan meninggal sore hari.

"Dua orang meninggal dunia antas nama Ade dan atas nama Suhri dan satu orang luka berat atas. Rodiana meninggal di Rumah Sakit Dustira jam 17.25 WIB," terang Andriani.

Berdasarkan keterangan saksi, kata dia, warga sekitar memang terbiasa memungut selongsong peluru bekas latihan termasuk ketiga korban.

"Adapun yang sering di pungut oleh masyarakat adalah selongsong peluru dan proyektil. Sedangkan untuk mortir bekas tidak pernah diambil," ujar Andriani.

Saat ini, petugas kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Tim Inafis dan Jibom juga dilibatkan guna memastikan sterilisasi lokasi dari sisa bahan peledak lain yang mungkin masih ada.

Curated For You

Editorial Team

Related Article