Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mobil PNS Tabrak Pembatas Jalan-Hantam Pedagang Tahu di GT Parungkuda
Laka di jalur arteri GT Parungkuda (dok Polisi)
  • Seorang PNS berusia 61 tahun mengemudikan Toyota Rush dalam kondisi mengantuk hingga kehilangan kendali di perempatan exit tol Parungkuda, Sukabumi.
  • Mobil tersebut menabrak pembatas jalan, melompat ke jalur lawan arah, dan menghantam Daihatsu Xenia yang sedang melintas dari arah berlawanan.
  • Seorang pedagang tahu keliling mengalami luka berat dan patah kaki akibat tertabrak, sementara kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp25 juta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sukabumi, IDN Times - Insiden kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalanan Sukabumi. Kali ini, sebuah mobil Toyota Rush putih yang dikemudikan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) hilang kendali dan memicu kecelakaan beruntun tepat di depan perempatan lampu merah exit tol Parungkuda, Kampung Pangadegan, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Kecelakaan yang terjadi pada Senin (8/6/2026) siang bolong sekitar pukul 14.00 WIB ini, mengakibatkan seorang pedagang tahu keliling mengalami luka berat setelah sempat terhantam mobil.

1. Pengemudi diduga mengantuk saat melaju kecepatan tinggi

Laka di jalur arteri GT Parungkuda (dok Polisi)

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edhi Wibowo, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut. Menurut Wangsit, kecelakaan bermula saat mobil Toyota Rush dengan nomor polisi F 1292 VS yang dikemudikan oleh Ujang Koswara (61), seorang PNS asal Parungkuda, melaju kencang dari arah Cibadak menuju Parungkuda.

"Namun, setibanya di lokasi kejadian yang kondisinya merupakan perempatan lampu merah, mobil tersebut mendadak oleng. Berdasarkan pengakuan pengemudi, dirinya mengemudikan kendaraan dalam kondisi mengantuk berat," kata Wangsit, Senin (8/7/2026).

2. Mobil lompat median jalan dan hantam Daihatsu Xenia

Laka di jalur arteri GT Parungkuda (dok Polisi)

Akibat rasa kantuk tersebut, mobil Toyota Rush yang melaju dalam kecepatan tinggi langsung hilang kendali ke sebelah kanan jalan hingga menabrak pembatas jalan (median). Saking kerasnya benturan, mobil tersebut bahkan sampai melompat masuk ke jalur lawan arah.

Apesnya, di saat yang bersamaan, melintas sebuah mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi D 1970 QH yang dikemudikan oleh Lukman Nurhakim (35), seorang karyawan swasta asal Kota Sukabumi. Tabrakan pun tak terhindarkan, bagian depan Toyota Rush langsung menghantam keras bagian samping kanan Daihatsu Xenia.

3. Pedagang tahu keliling ikut jadi korban hantaman

Laka di jalur arteri GT Parungkuda (dok Polisi)

Drama kecelakaan tidak berhenti sampai di situ. Setelah menghantam Xenia, mobil Toyota Rush tersebut kembali banting setir ke sebelah kiri jalan. Tragisnya, di median pembatas jalan tersebut sedang berdiri seorang pedagang tahu keliling bernama Odang Sopian (55).

Tubuh pedagang tahu asal Cidahu tersebut langsung terhantam bodi mobil. Laju mobil Toyota Rush itu baru benar-benar terhenti secara total setelah menabrak tiang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitar lokasi kejadian.

4. Korban alami luka berat dan patah kaki

Laka di jalur arteri GT Parungkuda (dok Polisi)

Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa atau meninggal dunia dalam insiden kecelakaan beruntun ini. Namun, sang pedagang tahu keliling, Odang Sopian, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat (LB) yang cukup serius akibat hantaman mobil.

"Korban Saudara Odang Sopian mengalami luka sobek terbuka di bagian belakang kepala serta mengalami fraktur (patah tulang) di bagian kaki sebelah kanan," terang Ipda Wangsit. Sementara itu, kedua pengemudi mobil dilaporkan selamat.

Akibat kelalaian berkendara dalam kondisi mengantuk ini, selain menyebabkan jatuhnya korban luka berat, kerugian materiil akibat kerusakan kedua kendaraan dan fasilitas publik ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. "Kerugian materiil diperkirakan sebesar Rp25.000.000," pungkas Wangsit.

Editorial Team

Related Article