Majalengka, IDN Times- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) edisi Ramadan di Kabupaten Majalengka tengah menuai kritik pedas dari para orang tua siswa. Pasalnya, menu "keringan" yang dibagikan sebagai pengganti nasi dianggap tidak ideal dan jauh dari ekspektasi gizi jika dibandingkan dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah.
Keresahan ini viral di media sosial dan grup percakapan setelah beberapa wali murid mengunggah foto menu yang diterima anak-anak mereka. Di tingkat RA (pendidikan anak usia dini), menu yang diterima dinilai lebih mirip camilan daripada makanan bergizi penunjang kesehatan siswa.
Berikut adalah 3 fakta di balik polemik menu MBG Ramadan di Majalengka:
