Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menebak Paket Misterius dalam Penyuapan Meikarta

Kota Bandung
Menebak Paket Misterius dalam Penyuapan Meikarta
IDN Times/Galih Persiana

Bandung, IDN Times – Tidak semua temuan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus penyuapan Pemerintah Kabupaten Bekasi oleh pengembang Meikarta, diakui para saksi yang didatangkan dalam sidang.

Misalnya, temuan adanya paket yang dikirim orang kepercayaan bos Meikarta Billy Sindoro, Joseph Christopher Mailool, kepada Sekretaris Direksi Lippo Cikarang, Melda Peni Lestari.
 
Paket tersebut diduga menjadi salah satu uang yang dicairkan perusahaan pengelola Meikarta, PT MSU (Mahkota Sentosa Utama), yang menjadi sebagian dari uang suap untuk Pemkab Bekasi. PT MSU sendiri merupakan anak perusahaan Lippo Cikarang.

  1. 1. Awal mula kata paket muncul di persidangan

    IDN Times/Galih Persiana
    IDN Times/Galih Persiana

    Sebenarnya, kata “paket” pertama kali muncul dalam percakapan antara Christopher dan terdakwa konsultan Lippo, Henry Jasmen, pada Januari 2018. Isi percakapan yang dibuka Jaksa KPK Rabu (30/1) antara lain Christopher meminta Henry mengambil sebuah paket yang dititipkan di Melda.
     
    “Saya lupa isi paket itu. Saya benar-benar enggak bisa mengingatnya,” kata Christopher, Rabu (30/1), ketika ditanyai Jaksa KPK soal barang yang ia titipkan ke Melda.
     
    Hari itu Christopher memang bikin hakim dan jaksa geram. Ia beberapa kali berkelit bahkan cenderung berbohong. Misalnya, ia mengaku tidak mengenal Henry Jasmen sebelum KPK menampilkan akrabnya percakapan Whatsapp di antara mereka.
     
    Henry sendiri merupakan Konsultan Lippo yang kini telah ditetapkan sebagai terdakwa, karena menjadi ujung tanduk korporasinya dalam menyuap para pejabat Pemkab. Bekasi.

  2. 2. Melda bilang paket adalah headset dan hardisk

    IDN Times/Galih Persiana
    IDN Times/Galih Persiana

    Sama dengan Christopher, Melda pun mengaku tak tahu apa isi paket tersebut. Alasannya, ia menerima banyak paket setiap harinya sehingga tak mampu mengingat titipan Christopher itu.
     
    “Saya lupa. Saya tidak tahu,” kata Melda, kepada Jaksa KPK, kala menjadi saksi persidangan pada Senin (4/2) di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Bandung.
     
    Bahkan, ia pun mengaku tak pernah bertemu dengan Henry Jasmen. Namun, lagi-lagi KPK menunjukkan bukti percakapan di antara Melda dan Henry.
     
    Setelah bukti itu ditampilkan, Melda agak gugup. Ia pun mulai meneteskan air mata. “Saya lupa, pak. Yang saya ingat Christopher memang pernah ketinggalan headset dan hardisk di meja saya,” tuturnya, sambil terbata-bata karena ketahuan berbohong.

  3. 3. Isi percakapan antara Melda dan Henry

    IDN Times/Fitang Budhi Adhitia
    IDN Times/Fitang Budhi Adhitia

    Dalam bukti yang ditampilkan KPK, Melda dan Henry janjian untuk mengambil paket titipan Christopher di kawasan kantor Lippo Cikarang. Percakapan itu terjadi pada 9 Janjuari 2018.
     
    “Sore bu melda, tadi siang saya dapat info dari chris bahwa ada paket yang dititipkan untuk saya atau Pak Fitra?” tulis Henry dalam Whatsapp kepada Melda.
     
    “Ad di aku pak” jawab Melda. Percakapan pun ditutup dengan pesan terakhir Melda, yakni “Easton lantai 3.”
     
    Easton merupakan salah satu gedung perkantoran Lippo Cikarang. Di lantai tiga gedung tersebut Melda berkantor.
     
    Yadyn, Jaksa KPK, kemudian mengingatkan kembali Melda bahwa saksi sudah bersumpah agar tidak memberikan keterangan palsu. “Anda mungkin bisa membela perusahaan. Tapi Anda perlu ingat jika memberi keterangan palsu itu ada pidananya,” tutur Yadyn.

  4. 4. Henry bilang paket adalah kunci apartemen

    IDN Times/Fitang Budhi Adhitia
    IDN Times/Fitang Budhi Adhitia

    Berbeda dengan Christopher dan Melda, Henry malah mengatakan bahwa paket tersebut berisi kunci apartemen. “Saya memang pernah meminjam unit apartemen. Orang paketnya itu kecil, kok,” ujar Henry, saat diberi kesempatan oleh Hakim untuk berbicara.
     
    Namun, Henry tidak melanjutkan pembicaraannya karena hakim tak menyediakan waktu bagi terdakwa untuk membela diri.

  5. 5. KPK menduga paket tersebut uang

    IDN Times/Galih Persiana
    IDN Times/Galih Persiana

    Menurut Jaksa KPK, I Wayan Riyana, jika disesuaikan dengan tanggal percakapan, paket tersebut ialah uang suap sebesar Rp500 juta. Uang tersebut merupakan bagian kecil dari suap Meikarta terkait Izin Peruntukkan Penggunaan Tanah (IPPT).
     
    “Ucapan Melda kami pertimbangkan, karena memang ada banyak saksi yang memberikan keterangan tidak sesuai dengan faktanya. Seperti kemarin Christopher, kemudian Melda, beberapa orang yang tadi kita kaji,” kata Wayan, kepada IDN Times, Senin (4/2).

Related Articles

See More