4 Fakta RANS Carnival Batal Digelar di Plaza Asia Tasikmalaya

RANS Carnival dan Cipungland yang dijadwalkan berlangsung 14-15 November 2026 di Plaza Asia Tasikmalaya resmi dibatalkan dan dihapus dari kalender acara mal.
Manajemen Plaza Asia menyatakan pembatalan dilakukan demi menjaga kondusivitas Kota Tasikmalaya, sementara komunikasi dengan pihak RANS disebut tetap berjalan baik.
Jumlah UMKM yang terlibat belum diketahui karena diatur RANS; pembatalan ini muncul setelah acara serupa di Yogyakarta memicu polemik dan pengunduran diri musisi serta tenant.
Bandung, IDN Times - Rencana penyelenggaraan RANS Carnival dan Cipungland di Plaza Asia Tasikmalaya pada 14-15 November 2026 dipastikan batal. Keputusan ini muncul setelah gelaran RANS Carnival di Yogyakarta menuai polemik hingga sejumlah musisi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memilih mundur.
Sebelumnya, agenda tersebut telah diumumkan melalui akun Instagram resmi Plaza Asia Tasikmalaya. Namun, belakangan manajemen mal memastikan kegiatan itu tidak lagi masuk dalam kalender acara November 2026.
Berikut empat fakta terkait pembatalan RANS Carnival dan Cipungland di Tasikmalaya:
1. RANS Carnival dan Cipungland dibatalkan oleh manajemen mal

Suasana Rans Carnival yang digelar Rans Entertainment di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (31/10/2026) siang. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) RANS Carnival dan Cipungland semula dijadwalkan berlangsung di Plaza Asia Tasikmalaya pada 14-15 November 2026, bertempat di Atrium GF Plaza. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan oleh manajemen mal.
Manajer Operasional Plaza Asia Tasikmalaya, Roni Apriliansyah, membenarkan pembatalan tersebut. Dia mengatakan agenda itu sudah dihapus dari kalender kegiatan mal.
"Sesuai dengan update kalender event kita bulan November, acara tanggal 14-15 November kita cancel," ujar Roni saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (2/11/2026).
2. Manajemen beralasan ingin menjaga kondusivitas Tasikmalaya

Suasana Rans Carnival yang digelar Rans Entertainment di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (31/10/2026) siang. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Roni tidak menjelaskan secara terperinci pertimbangan manajemen membatalkan acara yang sebelumnya telah diumumkan kepada publik tersebut. Dia hanya menyebut keputusan itu diambil untuk menjaga kondusivitas Kota Tasikmalaya. Roni juga memastikan komunikasi dengan pihak RANS tetap berjalan baik.
"Komunikasi tetap ada, untuk kondusivitas kota Tasikmalaya," ucapnya.
3. Plaza Asia pastikan untuk menjaga kondusivitas

logo Rans Carnival (instagram.com/ranscarnivalofficial) IDN Times turut menanyakan apakah pembatalan RANS Carnival dan Cipungland di Tasikmalaya berkaitan dengan polemik penyelenggaraan acara serupa di Yogyakarta.
Namun, Roni tidak memberikan jawaban secara gamblang. Dia kembali menegaskan bahwa pembatalan tersebut dilakukan demi menjaga kondusivitas Kota Tasikmalaya.
"Intinya lebih menjaga kondusivitas Kota Tasikmalaya saja," ujarnya.
4. Belum tahu total UMKM yang terlibat

Pernyataan sejumlah musisi pengisi acara Rans Carnival Jogja yang putuskan mundur (instagram.com/guyonwatonofficial) Mengenai jumlah UMKM yang terlibat, pihak manajemen mal juga memastikan hal tersebut merupakan kewenangan dari RANS. Roni memastikan, mal hanya menyediakan tempat untuk acara saja.
"Semua diatur dari RANS, kami cuma menyediakan tempat saja. Kami belum ada pembicaraan sampai situ," kata dia.
Sebelumnya, RANS Carnival yang digelar RANS Entertainment di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 menuai polemik.
Sejumlah musisi, di antaranya Om Wawes, Tipe-X, dan Guyon Waton, mengumumkan pengunduran diri melalui akun media sosial masing-masing. Pelaku UMKM Roti Gembong Gedhe juga menyatakan mundur sebagai tenant makanan dan minuman (FnB).
Vokalis Om Wawes, Gaseng, mengatakan keputusan mundur diambil setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi masyarakat saat ini. Sebagai band asal Yogyakarta, mereka merasa perlu mengambil sikap dengan mengedepankan hati nurani.
"Pada intinya saya bersama Om Wawes sepakat untuk mundur dari event tersebut karena kami juga memikirkan perkembangan situasi dan kondisi masyarakat saat ini. Event tersebut diselenggarakan di Yogyakarta, kami sebagai band dari Yogyakarta harus mengambil sikap tegas dengan mengedepankan hati nurani," ujar Gaseng.



















