Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bukan Cuma Rotan, Sepatu Jadi Raja Ekspor Cirebon dengan US$89 Juta

Kab. Cirebon
4 min read
Bukan Cuma Rotan, Sepatu Jadi Raja Ekspor Cirebon dengan US$89 Juta
Ilustrasi sepatu dengan shoe tree (freepik.com/wirestock)

  • Ekspor Kabupaten Cirebon mencapai US$285,51 juta pada Januari–September 2026, dengan sepatu sebagai kontributor terbesar senilai US$89,50 juta atau 31,35 persen.
  • Rotan dan furnitur rotan menyumbang US$74,33 juta, sementara benang US$66,23 juta; ketiganya menghasilkan US$230,06 juta atau 80,55 persen dari total ekspor.
  • Briket kelapa, perikanan, garmen, dan produk lain turut diekspor; produk Cirebon menjangkau Amerika, Eropa, Asia Pasifik, Timur Tengah, hingga Afrika.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cirebon, IDN Times – Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tak hanya mengandalkan kerajinan rotan untuk menembus pasar internasional. Industri sepatu justru menjadi penyumbang terbesar perdagangan luar negeri daerah tersebut dengan nilai ekspor mencapai US$89,50 juta sepanjang Januari–September 2026, mengungguli komoditas rotan dan furnitur rotan yang selama ini dikenal sebagai salah satu produk unggulan daerah.

Berdasarkan rekapitulasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, nilai ekspor seluruh komoditas daerah mencapai US$285,51 juta selama sembilan bulan pertama 2026. Dari jumlah tersebut, sepatu menyumbang sekitar 31,35 persen, disusul rotan dan furnitur rotan sebesar US$74,33 juta atau sekitar 26 persen, serta benang senilai US$66,23 juta dengan kontribusi 23,20 persen.

Ketiga komoditas tersebut menghasilkan nilai ekspor sekitar US$230,06 juta atau setara 80,55 persen dari keseluruhan perdagangan luar negeri Kabupaten Cirebon. Dominasi ini memperlihatkan bahwa aktivitas ekspor daerah tidak hanya ditopang industri kerajinan, tetapi juga sektor alas kaki dan tekstil yang memiliki kontribusi besar terhadap perdagangan internasional.

Kepala Bidang Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Dagdalbapokting) Disperdagin Kabupaten Cirebon, Peni Sigiarsih, mengatakan angka tersebut merupakan hasil rekapitulasi ekspor gabungan hingga September 2026.

“Berdasarkan data tersebut, nilai ekspor sepatu mencapai US$89,50 juta. Sementara itu, ekspor rotan dan furnitur rotan tercatat sebesar US$74,33 juta, disusul benang senilai US$66,23 juta,” ujarnya dikutip pada Senin (2/11/2026).

  1. 1. Industri sepatu ungguli rotan dan furnitur

    Kursi gantung rotan (pexels.com/Claudia Schmalz)
    Kursi gantung rotan (pexels.com/Claudia Schmalz)

    Nilai ekspor sepatu yang mencapai US$89,50 juta menempatkan industri alas kaki sebagai komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap perdagangan luar negeri Kabupaten Cirebon. Porsinya mencapai 31,35 persen dari total ekspor, lebih tinggi dibandingkan rotan dan furnitur rotan yang menyumbang sekitar 26 persen.

    Meski kerajinan rotan selama ini menjadi salah satu produk yang identik dengan industri Kabupaten Cirebon, data perdagangan menunjukkan sektor alas kaki memiliki peran lebih besar dalam menghasilkan devisa dari pasar internasional. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan beragamnya basis industri daerah yang tidak hanya bertumpu pada produk kerajinan.

    Di posisi ketiga, komoditas benang mencatatkan nilai ekspor US$66,23 juta atau berkontribusi sebesar 23,20 persen. Jika digabungkan dengan sepatu serta rotan dan furnitur rotan, ketiga komoditas tersebut mendominasi lebih dari 80 persen keseluruhan nilai ekspor Kabupaten Cirebon selama Januari–September 2026.

  2. 2. Briket kelapa jadi penyumbang ekspor berikutnya

    Rafi Sondakh, pemuda 20 tahun yang menekuni bisnis ekspor arang briket kelapa (dok. Istimewa)
    Rafi Sondakh, pemuda 20 tahun yang menekuni bisnis ekspor arang briket kelapa (dok. Istimewa)

    Di luar tiga komoditas utama, briket kelapa menjadi salah satu produk yang turut memberikan kontribusi signifikan terhadap perdagangan luar negeri Kabupaten Cirebon. Sepanjang Januari–September 2026, nilai ekspor komoditas ini mencapai US$25,33 juta atau sekitar 8,87 persen dari total ekspor daerah.

    Sejumlah produk lain juga tercatat masuk dalam daftar komoditas ekspor, mulai dari hasil laut atau perikanan senilai US$7,79 juta, garmen sebesar US$6,74 juta, hingga ubi manis yang mencapai US$3,47 juta. Disperdagin juga mencatat ekspor kayu olahan sebesar US$1,84 juta, mesh sheet senilai US$1,78 juta, serta alat musik sekitar US$1,49 juta.

    Keberadaan beragam komoditas tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan internasional Kabupaten Cirebon tidak hanya ditopang industri manufaktur dan kerajinan, tetapi juga produk pertanian, perikanan, serta hasil pengolahan lainnya. Meski kontribusinya belum sebesar sepatu, rotan, dan benang, komoditas tersebut turut memperlihatkan potensi diversifikasi produk ekspor daerah.

  3. 3. Produk Cirebon menjangkau pasar Amerika hingga timur tengah

    ilustrasi ekspor (pexels.com/Mark Stebnicki)
    ilustrasi ekspor (pexels.com/Mark Stebnicki)

    Produk asal Kabupaten Cirebon telah dipasarkan ke berbagai kawasan perdagangan internasional, mulai dari Amerika, Eropa, Asia Pasifik, Timur Tengah, hingga Afrika. Sejumlah negara tujuan ekspor yang tercantum dalam laporan Disperdagin antara lain Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan China.

    Selain negara-negara tersebut, produk daerah ini juga menjangkau pasar Australia, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab. Sebaran pasar tersebut memperlihatkan jangkauan perdagangan produk Cirebon telah melintasi berbagai kawasan ekonomi dunia, meskipun data nilai ekspor berdasarkan masing-masing negara tujuan belum dirinci dalam laporan.

    Sementara itu, pergerakan ekspor kelompok furnitur sepanjang Januari–September 2026 menunjukkan dinamika yang berfluktuasi. Kelompok ini mencakup furnitur rotan, keranjang rotan, furnitur kayu, furnitur aluminium, dan furnitur sintetis, dengan nilai ekspor pada Januari sebesar US$8,15 juta yang kemudian meningkat menjadi US$10,34 juta pada Februari.

    Setelah mencapai nilai tersebut, ekspor furnitur mengalami penurunan hingga US$6,52 juta pada Mei. Pergerakannya kembali membaik pada Juni dengan nilai US$7,25 juta dan mencapai US$8,95 juta pada Juli, sebelum turun menjadi US$6,76 juta pada Agustus dan kembali meningkat menjadi US$7,55 juta pada September.

    Dengan total ekspor mencapai US$285,51 juta, industri sepatu, rotan, dan benang masih menjadi penopang utama perdagangan luar negeri Kabupaten Cirebon. Dominasi ketiganya sekaligus memperlihatkan besarnya peran industri pengolahan dalam aktivitas ekspor daerah, di tengah keberadaan komoditas lain yang turut memperluas ragam produk Cirebon di pasar internasional.

Related Articles

See More