Suap Meikarta, KPK Cari Aplikasi Selain WhatsApp

Bandung, IDN Times – Kasus penyuapan Meikarta terhadap sejumlah pejabat pemerintah Kabupaten Bekasi terus berkembang. Saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengumpulkan dan mengungkap bukti guna memperkuat posisi Lippo Group, sebagai pemilik Meikarta, dalam menyuap Pemkab Bekasi.
Sejauh ini, bukti autentik yang dibawa KPK ke ruang persidangan antara lain percakapan-percakapan di antara para pemberi suap lewat aplikasi WhatsApp. Namun, dalam obrolan WhatsApp itu, ada beberapa percakapan sebagai petanda bahwa ada aplikasi lain yang digunakan Lippo Group dalam indikasi penyuapan perizinan Pemkab. Bekasi.
1. Pindah ke kamar sebelah

IDN Times/Galih Persiana' Ada sebuah percakapan WhatsApp yang menunjukkan dugaan aplikasi lain yang dipakai, waktu Jaksa KPK saat mendatangi saksi-saksi internal Lippo Group. Dalam percakapan antara Corporate Affairs Siloam Hospital Group, Joseph Christopher Mailool dan konsultan Meikarta, Henry Jasmen, itu terdapat kode “Pindah ke kamar sebelah”.
Pindah kamar sebelah dapat diindikasikan agar percakapan dilakukan di aplikasi lain selain WhatsApp. “Kami sedang mencari aplikasi tersebut, agar dapat membantu mengungkap dengan jelas dari mana sumber uang yang dipakai Meikarta untuk menyuap Pemkab. Bekasi,” ujar Jaksa KPK, I Wayan Riyana, Senin (4/2).2. Siapa Christopher?

IDN Times/Galih Persiana Christopher sebenarnya bisa menjadi salah satu saksi kunci untuk menyingkap misteri duit Meikarta. Pasalnya, ia merupakan orang kepercayaan bos Meikarta, Billy Sindoro, yang berperan sebagai penyambung komunikasi antara Billy dan para konsultan Meikarta.
Namun, dalam persidangan Rabu (30/1), Christopher cenderung tutup mulut. Ia kerap mengelak setiap dikonfrontrasi berbagai pertanyaan penting, sekali pun Jaksa KPK telah menunjukkan bukti. Aksi mengelak dan tutup mulut tersebut sempat membuat hakim geram.
Konsultan-konsultan Meikarta seperti Henry Jasmen dan Fitra Djaja, merupakan orang-orang yang ditunjuk memberi suap pada Pemkab. Bekasi. Sementara Billy merupakan orang yang ditunjuk Lippo Group untuk menangani berbagai perizinan Meikarta yang sempat dibekukan pada 2017. Dalam dakwaan, Meikarta diduga mengantongi duit Rp16 miliar untuk memuluskan izin mega proyek Lippo tersebut.3. Aplikasi yang sulit disadap

https://www.duniaku.net Beberapa jenis percakapan yang berhasil KPK peroleh merupakan hasil capture dari ponsel para terdakwa dan saksi internal Lippo. Selain itu, ada pula percakapan WhatsApp yang bentuknya berbeda.
“Banyak percakapan yang telah dihapus, kemudian kami ambil kembali lewat uji laboratorium,” tutur Wayan.
KPK memang belum menemukan aplikasi apa saja yang dipakai para pejabat Meikarta dalam mengatur strategi suap. Namun, ada sejumlah aplikasi ponsel yang sulit disadap. Di antaranya ialah Telegram dan aplikasi lain bikinan Aplle seperti iMessage dan Face Time.4. KPK dalami terus peran Billy Sindoro

IDN Times/Galih Persiana Sejak persidangan pekan lalu, KPK berhenti mendatangkan saksi-saksi Pemkab Bekasi dan mulai mendatangkan saksi-saksi internal Lippo Group. Artinya, KPK mulai menitikberatkan kasus suap kepada sumber uang suap itu sendiri.
Jaksa KPK menyimpulkan jika keterangan para saksi yang dihadirkan memperkuat dugaan bahwa Lippo memang mencairkan duit anggarannya untuk mendukung PT Mahkota Sentosa Utama alias MSU (Anak Perusahaan Lippo Cikarang) dalam menyuap Pemkab. Bekasi. Suap itu belakangan diketahui untuk memuluskan proses perizinan pembangunan.
“Kalau dari keterangan tadi, siapa yang bertanggungjawab itudirector. Jadi sudah jelas korporasi (Terlibat) kan,” katanya, pada awak pers, Rabu (30/1).5. CEO Lippo absen

(CEO Lippo Group James Riyadi tiba di gedung KPK) ANTARA FOTO/Aprilio Akbar Persidangan kasus suap Meikarta di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, pada Rabu (30/1) seharusnya menghadirkan CEO Lippo, James Riady. Meski sudah diundang, salah satu orang terkaya di Indonesia tersebut absen tanpa alasan yang jelas.
“Kami harus terus berkomunikasi dengan kantor (KPK) untuk tahu alasan mengapa saksi James Riyadi tidak bisa hadir,” tutur Wayan. Namun, Jaksa KPK memastikan bahwa James akan terus diundang karena dipandang sebagai otoritas tertinggi dalam setiap kegiatan Meikarta.




















