Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mendag Zulhas Harap Bulog Segera Impor Kedelai Agar Harganya Turun
Mendag Zulhas memborong tempe di Pasar Induk Gedebage, Jumat (30/12/2022). IDN Times/Debbie Sutrisno

Bandung, IDN Times - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan ke Pasar Induk Gedebage, Kota Bandung. Dia bertemu dengan sejumlah pedagang kebutuhan pokok termasuk memborong tempe yang dijual seorang pedagang.

Menurutnya, harga satu kilogram (kg) kedelai saat ini memang masih tinggi di kisaran Rp13 ribu. Namun, dia optimistis harga kedelai bisa segera turun karena saat ini Bulog tengah mengusahakan bisa mendatangkan kedelai secara impor.

"Tempe (dari kedelai) mulai turun, Sekarang Rp13 ribuan. Nanti akan turun apalagi kalau Bulog masuk bisa capai Rp10 ribu per kg," kata Zulhas, Jumat (30/12/2022).

1. Kalau ada stoknya habiskan saja jual ke pedagang

Penyaluran kedelai bersubsidi oleh Perum Bulog ke perajin tahu dan tempe. (dok. Bulog)

Menurutnya, saat ini memang belum ada kejelasan kapan impor kedelai bisa masuk. Sebab rekomendasi dari balai karantia masih belum didapat Bulog.

Meski demikian, Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan Bulog agar ketika stoknya ada untuk dihabiskan saja dijual ke pasar.

"Berapapun stoknya habiskan saja. Bulog Januari datang (kedelai) agar harga yang tinggi bisa tertekan," ujarnya.

2. Pedagang akali kenaikan harga kedelai dengan mengencilkan ukuran tahu atau tempe

Gambar oleh wichai bopatay dari Pixabay

Salah satu penjual tempe di Pasar Gedebage, Siti menuturkan bahwa harga jual tempe ke masyarakat sebenarnya tidak naik. Namun, besaran tempenya yang diperkecil.

Untuk menaikkan harga tempe kepada penjual memang sulit karena mereka sangat berharap tidak ada kenaikan. Guna mengakali kenaikan harga kedelai para produsen kemudian mengurangi ukuran tempe yang dijual, asalkan harganya sama.

"Jadi pembeli juga sudah tahu sebenarnya kalau ukurannya memang sedikit demi sedikit jadi lebih kecil. Apalagi misal kalau sudah ada demo (produsen tahu tempe) dan kosong di pasaran itu pasti ada kenaikan harga kedelai," kata dia.

3. Badan pangan pastikan harga kedelai saat ini masih terjangkau

Ilustrasi pekerja mengolah kedelai untuk produksi tahu dan tempe (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Arief Prasetyo kedelai tetap terjangkau masyarakat dengan berbagai intervensi kebijakan dari pemerintah berupa subsidi harga, impor dan bantuan transportasi penyaluran barang meskipun tetap mengalami kenaikan.

"Pak Menteri Perdagangan sudah memerintahkan Bulog untuk melakukan persiapan direct impor. Mulai dari November sebenarnya. Tapi memang ada sedikit kendala, sehingga kemungkinan akan datang di Januari," kata Arief dikutip dari ANTARA.

Arief menjabarkan bahwa sebetulnya impor kedelai telah masuk sebanyak 40 ribu ton dengan harga yang baru, karena di negara asal sudah mulai panen sehingga mengalami penurunan harga. Dengan begitu, harga di pasar Indonesia bisa turun dari Rp13.000 per kilogram ke Rp12.000 per kilogram hingga Rp11.000 per kilogram.

Akan tetapi, kata Arief, harga kedelai memang tidak bisa turun seperti sebelumnya di bawah Rp11.000 per kilogram karena nilai tukar rupiah atau kurs rupiah terhadap dolar AS.

Sementara panel harga NFA mencatat harga beras medium hingga Selasa (6/12) mencapai Rp11.260 per kg atau naik 0,18 persen dari hari sebelumnya.

Editorial Team

Related Article