Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Melihat Tradisi Salat Tarawih di Majalengka

Melihat Tradisi Salat Tarawih di Majalengka
ilustrasi sholat tarawih (pexels.com/Mohammed Alim)

Majalengka, IDN Times - Salat tarawih menjadi salah satu ibadah yang biasa dilaksanakan pada Bulan Ramadan. Ada berbagai tradisi yang mengiringi ibadah 'khusus' Bulan Ramadan itu.

Tradisi itu, di antaranya ditemukan dalam setiap kali salam. Setiap daerah, memiliki tradisi yang beragam, dalam setiap kali salam pada Salat Tarawih.

Di Kabupaten Majalengka, tepatnya di Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung, terdapat bacaan 'khusus' dalam setiap salam Salat tarawih. Bacaan itu dibawakan oleh salah seorang makmum, yang biasa disebut bilal, untuk kemudian makmum lainnya menjawab bacaan itu.

1. Penyebutan nama empat khalifah

ilustrasi shalat tarawih (pexels.com/Mohammed Alim)
ilustrasi shalat tarawih (pexels.com/Mohammed Alim)

Di desa ini, Salat Tarawih umumnya dilaksanakan sebanyak 20 raka'at (ditambah witir tiga raka'at. Total 23 raka'at). 20 raka'at itu dibagi 10 kali salam, ada jeda setiap dua raka'at (ada salam setiap dua raka'at).

Dalam setiap salam, Bilal biasa membacakan kalimat tertentu, yakni salawat. Namun, dalam salawat ini, ada tambahan yakni penyebutan nama Khalifah.

Penyebutan nama Khalifah ini dilakukan setelah dua kali salam. Nama Khalifah pertama (Abu Bakar) akan dibacakan setelah salam kedua. 

Setelah penyebutan khalifah pertama (setelah salam kedua), bilal biasanya akan menyebut nama Khalifah kedua pada salam ke empat, dan seterusnya hingga Khalifah ke empat Ali bin Abi Thalib (dibacakan setelah salam ke delapan). Penyebutan nama Khalifah ini dilakukan secara selang-seling, setiap kali masuk salam dalam bilangan genap. 

Memasuki akhir, atau salam ke sembilan, bilal akan memberi tahu bahwa tarawih memasuki akhir. Dalam setiap salam, makmum lainnya akan menjawab bacaan bilal dengan Allahumma Sholallahu 'alaih.

2. Bacaan surat pendek Salat Tarawih

Ilustrasi Surat pendek dalam Alquran
Ilustrasi Surat pendek dalam Alquran

Di desa ini, yang rata-rata melaksanakan Salat Tarawih sebanyak 20 roka'at, setelah Surat alfatihah, imam biasa membaca surat-surat pendek. Sebagian besar imam Salat Tarawih di desa ini, biasa membuka dengan Surat At Takatsur, pada roka'at pertama.

Setelah Surat At Takatsur, imam akan membaca surat-surat pendek secara berurutan (setelah Surat At Takatsur). Dengan jumlah bilangan roka'at Salat Tarawih sebanyak 20 roka'at, imam akan menutup Salat Tarawih sampai surat Al Lahab. Surat ini (Al Lahab) sendiri adalah surat ke 111 dari total surat dalam Alquran sebanyak 114. 

Adapun untuk setiap roka'at kedua dalam Salat Tarawih, imam biasanya membaca surat Al Ikhlas. Surat Al Ikhlas berada di urutan ke 112, yang disusul surat Al Falaq, dan terakhir Surat An Nas.

3. Tarawih 20 raka'at plus witir tiga raka'at memakan waktu 30-45 menit

Ilustrasi jam tangan (pexels.com/Youssef Samuil)
Ilustrasi jam tangan (pexels.com/Youssef Samuil)

Di beberapa daerah, mungkin ada Salat Tarawih dengan durasi yang cukup cepat. Video tentang Salat Tarawih yang super cepat itu, sempat beredar di beberapa media sosial (medsos).

Hal berbeda terjadi di Desa Bantarwaru ini. Dengan jumlah roka'at Salat Tarawih sebanyak 20 roka'at ditambah witir tiga roka'at, durasi yang dibutuhkan sekitar selama 30 - 45 menit. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Inin Nastain
EditorInin Nastain
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Trading Seluler Makin Tumbuh di Asia Tenggara

11 Mei 2026, 23:18 WIBNews