Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Libur Nataru, Kendaraan Angkutan Barang Dibatasi di Jalan Tol
Ilustrasi kendaraan di jalan raya. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Majalengka, IDN Times - Pembatasan kendaraan di jalan tol akan diberlakukan pada musim libur natal dan tahun baru (Nataru) mendatang. Kendaraan angkutan barang nantinya akan dibatasi saat melintas di jalan berbayar tersebut.

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol Unsur Pemangku Kepentingan Sony Sulaksono Wibowo mengatakan, pembatasan kendaraan angkutan itu diatur berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB). 

"Terkait pembatasan kendaraan niaga itu memang berdasarkan SKB. SKB yang sudah ditandatangani memang sudah ada jadwalnya, seperti halnya kegiatan-kegiatan mudik dan nataru," kata Sony saat Media Gathering Nataru Ceria, Selasa (17/12/2024).

1. Armada logistik dan BBM masih bisa masuk tol

Ilustrasi mobil tangki Pertamina. (dok. Pertamina)

Kendati demikian, pembatasan tersebut tidak berlaku untuk semua jenis kendaraan angkutan barang. Sony menjelaskan, kendaraan pengangkut logistik dan BBM dipastikan masih bisa masuk tol pada musim libur Natal dan tahun baru 2025. 

"Kami berikan pengecualian niaga ini buat yang sifatnya untuk logistik dan BBM ya. Kalau yang lainnya kami batasi, di waktu tertentu, ada jadwalnya. Jadwalnya akan kami berikan, agar yang berkepentingan bisa menyesuaikan," katanya.

Paur NTMC Subbag Dalops Bagops Korlantas Polri AKP Tommy Franata mengatakan, ada beberapa kendaraan angkutan barang yang masih bisa melintas di tol pada libur Nataru mendatang.

"Untuk kendaraan angkutan barang, ada beberapa pengecualian untuk bahan bakar minyak atau bahan bakar gas diperbolehkan. Pengantar uang, pembawa pupuk, hewan ternak, keperluan penanganan bencana alam kemudian kendaraan yang membawa sepeda motor gratis, bahan pokoknya, masih diperkenankan," tuturnya.

2. Larangan melintas tol untuk kendaraan sumbu tiga ke atas

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Pemangku Kepentingan, Sony Sulaksono Wibowo dalam media gathering Astra Infra Group, Selasa (17/12/2024). (IDN Times/Trio Hamdani)

Kepala Sub Direktorat Perlengkapan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Suhendro Wagiono menegaskan, pada musim libur Nataru mendatang, pemerintah melakukan pembatasan, bukan larangan. Hal itu mengingat masih ada kendaraan angkutan barang yang masih dibolehkan melintas. 

"Terkait dengan angkutan barang, ini bukan pelarangan tapi ini pembatasan. Jadi kita bukan melarang angkutan niaga," tuturnya. 

Suhendro menegaskan, kendaraan yang tidak boleh melintas pada saat musim libur Nataru nanti hanya untuk kendaraan sumbu tiga ke atas. 

"Hanya sumbu-bumbu tiga ke atas yang tidak diperbolehkan. Jadi yang sumbu dua, yang disampaikan oleh Korlantas itu, masih bisa. Truk gandeng tidak bisa, yang mengangkut barang material, seperti pasir, batu bara itu semuanya dilarang," katanya.

3. Tol Astra pastikan siap sambut pemudik libur Nataru

Inin Nastain IDN Times/ Pintu keluar GT Subang Tol Cipali

Sementara itu Ketua Gugus Tugas Nataru 2024/2025 Astra Infra Group Rinaldi memastikan pengerjaan jalan di tol sudah selesai pada musim libur Nataru mendatang. Salah satu proyek yang dipastikan selesai yakni penambahan lajur.

"Untuk lajur tiga ini kami melakukan penambahan jalur. Tahun ini ada di dua ruas Tol Cikopo-Palimanan KM 87 sampai dengan KM 110 itu selesai. Satu lagi Tol Tangerang-Merak, dari KM 77 sampai kira-kira KM 87," ujarnya.

Ia menegaskan, dalam pelaksanaannya nanti, Astra akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya.

"Untuk kondisi dan nanti pengoperasiannya, untuk yang di Cikopo-Palimanan kami akan berkomunikasi Kemenhub, PUPR, kepolisian, untuk dioperasikan selama periode Nataru. Sedangkan untuk yang di Tangerang-Merak ini sudah selesai. Sedang diamankan lokasinya karena belum akan dioperasionalkan, tapi fisiknya sudah selesai," katanya.

"Kemudian untuk menjaga kemantapan jalan satu yang jelas, di beberapa ruas Tol Cikopo-Palimanan ini perbaikan yang keempat. Sudah kami lakukan sebelum periode Nataru," kata Rinaldi.

Editorial Team

Related Article