Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

KPU Cimahi Pesimistis Partisipan Pilkada Lampaui Pemilu 2024

KPU Cimahi Pesimistis Partisipan Pilkada Lampaui Pemilu 2024
Ketua KPU Kota Cimahi, Anzhar (Rizki/IDN Times)
Share Article

Cimahi, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi pesimistis partisipasi memilih di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mampu menyamai partisipasi saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Partisipasi masyarakat dalam memilih di Pilkada 2024 ditargetkan hanya 80 persen.

Ketua KPU Kota Cimahi Anzhar Ishal Afryand mengatakan partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu yang berlangsung Februari 2024 lalu mencapai 85 persen. Namun, mereka tak yakin capaian itu akan terulang di Pilkada yang akan berlangsung November mendatang.

"Mungkin berbeda saat Pemilu 14 Februari 2024 yang angka partisipasi pemilih di Cimahi mencapai 85 persen. Pilkada sekarang target kami partisipasi masyarakat Cimahi bisa 80 persen," kata Anzhar saat dihubungi, Sabtu (3/8/2024).

1. Penyebab partisipasi di Pilkada lebih rendah dari Pemilu

Ilustrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Menurut Anzhar, fenomena rendahnya partisipasi memilih di Pilkada dibandingkan dengan Pemilu di Kota Cimahi memang kerap terjadi. Di Pilkada Kota Cimahi tahun 2017, partisipasi memilih masyarakat tercatat hanya 77 persen.

"Karena biasanya fenomena entah daya masyarakatnya kurang aware terhadap Pilkada atau seperti apa, sehingga partisipasi di setiap Pilkada itu atensinya lebih rendah," ujarnya.

2. KPU Cimahi mulai sosialisasi Pilkada

Ilustrasi calon kepala daerah jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi calon kepala daerah jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Kondisi itupun menjadi perhatian KPU Kota Cimahi yang mulai gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat menjelang Pilkada 2024. Di antaranya dengan menggaet media massa dan media sosial.

"Kami menyasar warganet dan media karena harapannya tentu dengan adanya sosialisasi ini KPU Kota Cimahi bisa berkolaborasi dengan kawan-kawan pegiat media sosial maupun media massa," katanya.

Dengan begitu, ungkap Anzhar, ke depan pelaksanaan mulai dari tahapan-tahapan Pilkada serentak 2024 di Kota Cimahi bisa lebih masif dan sampai ke seluruh lapisan masyarakat di Kota Cimahi.

"Sehingga ada pelaksanaannya nanti bisa meningkatkan partisipasi dari masyarakat, karena kami menyadari bahwa kawan-kawan media massa ini menjadi salah satu pilar demokrasi," ujarnya.

3. Proses coklit di Cimahi rampung dilaksanakan

Ilustrasi pemimpin (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi pemimpin (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Anzhar melanjutkan, KPU Cinahi baru saja rampung melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap 423.424
daftar penduduk potensial pemilih Pilkada (DP4) yang akan menjadi dasar dalam menyusun daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pilkada 2024.

Ia mengakui, KPU masih menemui adanya kendala pada tahapan pen-coklit-an, yakni masih terdapat warga yang sudah meninggal, namun masih tercatat sebagai DPS.

"Kendalanya dari legal formalnya. Jadi KPU bisa mencabut nama yang sudah meninggal itu kalau sudah ada surat atau akta kematian atau minimal surat keterangan kematian dari kelurahan," ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More

Job Fair Bandung Kini Digelar Setiap Bulan, Tak Lagi Musiman

29 Jun 2026, 14:33 WIBNews