(Bangkit Rizki/IDN Times)
Sopir bus Trans Putera Fajar, SAD (50) akhirnya mengungkap detik-detik kecelakaan rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok yang dibawanya. Sopir bus dengan nomor polisi AD-7524-OG itu mengataka memasuki wilayah Tangkuban Parahu menuju Subang, perjalanan lancar hingga akhirnya ia membawa rombongan ke rumah makan untuk makan sore terlebih dahulu. Setelah makan sore selesai, ia pun melanjutkan perjalanan menuju Depok.
Ia menuturkan perjalanan bus berjalan dengan lancar termasuk saat memasuki kawasan Ciater yang didominasi jalanan menurun. Saat berada di perempatan Ciater, SAD mengaku mengerem bus dan menetralkan gigi persneling sebab terdapat mobil yang keluar masuk ke kawasan wisata Ciater.
"Sampai perempatan Ciater biasa ada mobil keluar masuk. Kita berhenti, nahan direm, gigi netral. Pas ngerem memasuki mau gigi mau jalan ternyata saya lihat kondisi angin berkurang," kata dia.
Kondisi angin yang rata-rata berada di angka tujuh atau delapan turun drastis ke angka lima atau berstatus merah. Setelah itu, SAD mengaku tidak bisa memasukkan gigi persneling dan rem tidak berfungsi.
"Setelah angin berkurang itu enggak bisa masuk gigi dan fungsi rem gak bisa membaik gak bisa direm," ucap dia.
Sopir pun sempat memberitahukan kondisi itu ke rekannya. Dengan situasi itu, SAD berusaha mencari jalur darurat rem blong. Namun, ia mengaku tidak berhasil menemukan jalur darurat tersebut. Namun tidak menemukannya.
Saat situasi tersebut berlangsung, ia berpikir apabila bus terus melaju maka bakal banyak kendaraan yang terkena dampak dan musibah. SAD pun berinisiatif membelokkan bus ke kanan sebab melihat tiang listrik.
"Kalau saya terusin banyak yang lebih kena musibah, ada motor mobil. Dengan kecepatan tinggi tidak ada gigi dan rem tidak berfungsi saya inisiatif saya lihat ada tiang listrik saya belok kanan. Pas belokan itu terbalik," kata dia.