Bandung, IDN Times - Pemerintah mendorong kolaborasi yang lebih terarah antara sektor publik, swasta, dan masyarakat sipil untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Sinergi tersebut dinilai perlu dibangun dengan sistem yang terkoordinasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
Selama ini, berbagai program pendidikan dari berbagai pihak dinilai masih berjalan sendiri-sendiri. Kondisi tersebut membuat dampak program sulit diukur secara menyeluruh dan berpotensi menimbulkan tumpang tindih pelaksanaan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, dalam diskusi bertajuk Menavigasi Lanskap Pendidikan dan Kesehatan Indonesia 2025 di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program, tetapi juga mampu menunjukkan hasil yang terukur bagi peserta didik.
