Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemarau di Jabar Datang Lebih Cepat, Sektor Pertanian Diminta Waspada
Ilustrasi Proses pengamatan perubahan cuaca saat kemarau (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • BMKG Jawa Barat memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih cepat, dimulai bertahap Maret hingga Juni dengan sebagian besar wilayah memasuki kemarau pada Mei.
  • Sifat hujan diperkirakan Bawah Normal dan durasi kemarau lebih panjang dari biasanya, dengan puncak terjadi pada Agustus 2026 di sebagian besar wilayah Jabar.
  • BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah waspada potensi kekeringan, penurunan air bersih, gangguan irigasi, serta risiko kebakaran hutan melalui pengelolaan air dan penyesuaian kalender tanam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1991–2020

BMKG menggunakan periode normal 1991–2020 sebagai dasar analisis dinamika atmosfer dan model prediksi iklim untuk menentukan prakiraan musim kemarau 2026.

11 Maret 2026

BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengumumkan prakiraan bahwa musim kemarau 2026 akan datang lebih cepat dari biasanya dengan sifat hujan Bawah Normal di sebagian besar wilayah.

Maret 2026

Awal musim kemarau diprediksi mulai terjadi bertahap di wilayah Bekasi bagian utara, Kota Bekasi bagian utara, dan Karawang bagian barat laut.

April 2026

Musim kemarau diperkirakan meluas ke sebagian wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta bagian timur laut, Subang bagian utara, Indramayu, serta sebagian wilayah Cirebon.

Mei 2026

Sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mulai memasuki musim kemarau, termasuk Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, dan daerah lainnya.

Juni 2026

Musim kemarau diperkirakan meluas ke wilayah Bogor dan Sukabumi bagian utara serta beberapa daerah lain di Jawa Barat.

Agustus 2026

Puncak musim kemarau di Jawa Barat diperkirakan terjadi pada bulan ini dengan durasi sekitar 13–15 dasarian dan sifat hujan Bawah Normal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Jawa Barat akan datang lebih cepat dari biasanya, dengan curah hujan didominasi kategori Bawah Normal dan durasi kemarau yang lebih panjang.
  • Who?
    Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu atau Ayyu, bersama tim BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat yang melakukan analisis dinamika atmosfer dan model prediksi iklim.
  • Where?
    Wilayah yang terdampak meliputi sebagian besar daerah di Provinsi Jawa Barat, termasuk Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Bandung Raya, Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran.
  • When?
    Awal musim kemarau diperkirakan terjadi bertahap mulai Maret hingga Juni 2026, dengan puncak kemarau pada Agustus 2026 dan durasi sekitar 13–15 dasarian.
  • Why?
    Percepatan musim kemarau dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer dan hasil model prediksi iklim periode normal 1991–2020 yang menunjukkan kecenderungan curah hujan lebih rendah dari rata-rata.
  • How?
    BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi dampak kekeringan melalui pengelolaan sumber daya
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
BMKG bilang nanti tahun 2026 musim kemarau di Jawa Barat datang lebih cepat, mulai Maret sampai Juni. Katanya hujan bakal sedikit dan tanah bisa kering. Ibu Ayyu dari BMKG bilang orang harus hati-hati karena bisa ada kekeringan, air susah, sawah terganggu, dan hutan bisa kebakaran kalau panasnya lama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Prediksi BMKG tentang datangnya kemarau lebih awal di Jawa Barat menunjukkan kesiapan lembaga tersebut dalam memantau dinamika iklim secara cermat. Informasi rinci mengenai waktu dan wilayah terdampak memberi peluang bagi pemerintah daerah serta masyarakat untuk merencanakan pengelolaan air dan pertanian dengan lebih tepat, sehingga potensi dampak dapat diminimalkan sejak dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih cepat dibandingkan biasanya. Hal ini diketahui berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan model prediksi iklim periode normal 1991–2020.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu alias Ayyu menjelaskan, musim kemarau tahun ini diprakirakan datang lebih cepat dari normal dengan sifat hujan didominasi Bawah Normal di sebagian besar wilayah.

"Awal musim kemarau diprediksi terjadi bertahap mulai Maret hingga Juni 2026, dengan sebagian besar wilayah memasuki musim kemarau pada Mei 2026," kata Teguh dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (11/3/2026).

1. Waspada kekeringan dan krisis air bersih

ilustrasi musim kemarau (pexels.com/AlesVeluscek)

Secara umum, sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami sifat hujan Bawah Normal, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan durasi kemarau berkisar 13–15 dasarian dan diprediksi memiliki durasi lebih panjang dari normal.

Dengan sifat hujan yang didominasi Bawah Normal dan durasi kemarau yang cenderung lebih panjang, ada beberapa potensi dampak yang perlu diwaspadai masyarakat.

"Beberapa diantaranya kekeringan meteorologis, penurunan ketersediaan air bersih, gangguan irigasi pertanian, peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan," ujar Ayyu.

2. Sektor pertanian diminta waspada

Ilustrasi kekeringan akibat kemarau panjang. Cover Grafis IDN Times

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kekeringan, penurunan ketersediaan air, gangguan irigasi pertanian, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan, melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih optimal dan penyesuaian kalender tanam.

"Potensi ini diharapkan menjadi acuan dalam perencanaan sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, serta mitigasi bencana di wilayah Jawa Barat," katanya.

3. Wilayah Bekasi lebih dulu merasakan kemarau

Ilustrasi hujan deras di musim kemarau. (Pexels.com/BLACK IBEX)

Adapun awal musim kemarau 2026 diprediksi terjadi di wilayah Bekasi bagian utara, Kota Bekasi bagian utara, dan Karawang bagian barat laut. Selanjutnya pada April 2026 diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta bagian timur laut, Subang bagian utara, Indramayu, serta sebagian wilayah Cirebon.

Sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, meliputi sebagian wilayah Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, serta wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Ciamis, dan Banjar.

Kemudian pada Juni 2026, musim kemarau diperkirakan meluas ke sebagian besar wilayah Bogor, Sukabumi bagian utara, Cianjur bagian barat laut, Bandung Raya, Garut bagian tenggara, Tasikmalaya bagian selatan, dan Pangandaran bagian barat. Selain itu bertipe satu musim (2,4 persen).

Editorial Team