Cirebon, IDN Times - Kenaikan harga gabah belum cukup memperbaiki pendapatan petani di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), Jawa Barat.
Ancaman penurunan produksi akibat kemarau panjang dan terbatasnya pasokan air membuat keuntungan usaha tani masih dibayangi risiko gagal panen.
Petani Kabupaten Cirebon, Usman Effendi, mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi padi. Ketika pasokan air berkurang, pertumbuhan tanaman terganggu sehingga hasil panen berpotensi menurun.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat kenaikan harga gabah tidak serta-merta meningkatkan pendapatan petani.
“Dampak kemarau sangat besar bagi petani. Ketika pasokan air terbatas, tanaman padi bisa terganggu dan hasil panen ikut terdampak,” ujar Usman, Kamis (5/11/2026).